Minggu , Mei 28 2017 9:50 am
Home / PARIWISATA / Pariwisata Harus Ditunjang Infrastruktur Memadai

Pariwisata Harus Ditunjang Infrastruktur Memadai

SERANG, (KB).- Gubernur Banten Wahidin Halim meminta pariwisata didukung dengan fasilitas infrastruktur yang memadai. Salah satunya, cagar budaya Banten Lama yang perlu direvitalisasi dan didukung infrastruktur. “Banten Lama kan menjadi ikon Banten, banyak orang luar datang ke Banten, harus difasilitasi. Pariwisata harus didukung infrastruktur, revitalisasi situs-situs, dan cagar budaya,” kata WH, seusai mengumpulkan 20 Eselon II di bawah koordinasi Asisten Daerah II, di ruang kerjanya, Senin (22/5/2017).

WH tak mempersoalkan kewenangan untuk pengelolaan situs Banten Lama. Terpenting, kata dia, masyarakat atau pelancong wisata ziarah nyaman datang ke tempat wisata Banten. “Bukan soal kewenangan, saya enggak ada urusan. Saya ingin membangun fasilitas, supaya orang yang datang nyaman. Kita tidak berpikir ngambil Banten Lama. Kita harus bangun fasilitas-fasilitas yang memadai,” ujarnya. Ia menjanjikan nanti infrastruktur dan fasilitas Banten Lama akan tertata dengan rapi. “Pokoknya keren, nanti jalannya bagus, parkirnya bagus, tempat dagangnya ditata rapi,” ucapnya.

Dalam pertemuan tersebut, WH menginginkan adanya pembangunan yang fokus dan berkesinambungan. Dibahas juga soal sistem dan anggaran yang dibutuhkan untuk program yang akan dilaksanakan pada 2018. “Sekarang kita persiapkan piranti-pirantinya, instrumennya, SDM-nya, pendanaannya. Kita nanti anggarkan untuk 2018. Mulai metodologinya, sistemnya, teknisnya bagaimana itu sedang disusun,” katanya.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Banten, Hudaya Latuconsina mengatakan, gubernur ingin pembangunan ke depan lebih fokus. “Pembangunan ini fokus, jangan sampai pada ngegantung, berharap semua hal di perencanaan matang dulu. Misal, mau bikin jalan itu harus jelas lebar berapa meter, sehingga semua selesai jelas. Jadi ada secara tematik pendekatannya integrasi itu dimatangkan,” tuturnya.

Pengelolaan Banten Lama diambil oleh Pemprov Banten

Soal Banten Lama, menurutnya memungkinkan pengelolaannya diambil oleh Pemprov Banten.
“Kalau itu bisa diambil kewenangannya ke provinsi, boleh saja. Sangat memungkinkan persoalan cagar budaya itu bisa diurus provinsi sesuai Undang-Undang 23/2014. Toh kemarin untuk penataan juga uangnya dari provinsi. Kenapa enggak diambil alih provinsi, supaya lebih fokus. Terpenting bagi Pak Gubernur keberlanjutan pembangunan itu,” ucapnya.

Pada tahun pertama, Bappeda akan menyodorkan tentang fakta-fakta mengenai infrastruktur jalan, pendidikan, dan kesehatan. “Kondisi kritisnya memang ada pada infrastruktur jalan, infrastruktur pendidikan dan kesehatan. Kalau itu didahulukan enggak ada masalah,” kata Hudaya. Hadir sedikitnya 20 kepala OPD dalam pertemuan tersebut, seperti Dishub, Kominfo, Bapenda, Dinas Koperasi dan UMKM, Dinas ESDM, Dinas Permukiman, DPM-PTSP, Dinas PUTR, dan lainnya. (H-42)***

Sekilas Info

Bupati Serang Lantik Kepala DPMPTSP dan DPKTBP

SERANG,(KB).- Bupati Serang, Ratu Tatu Chasanah melantik dua kepala OPD, yakni Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *