Rabu, 20 September 2017

Panen Jagung Upsus Capai 600 Hektare

LEBAK, (KB).- Panen jagung di Kabupaten Lebak yang digulirkan melalui program upaya khusus (Upsus) di Kabupaten Lebak hingga awal September 2017 mencapai 600 hektare sehingga dapat menyumbangkan swasembada pangan nasional. Kepala Seksi Padi dan Palawija Bidang Produksi Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Lebak, Deni Iskandar menyatakan, Program Upsus Jagung di Kabupaten Lebak tahun 2017 mencapai seluas 30.000 hektare, namun realisasi angka tanam sampai September seluas 5.000 hektare.

”Dari 5.000 hektare tanaman jagung yang sudah dipanen seluas 600 hektare dan hingga kini panen terus berlangsung. Panen jagung melalui program upaya khusus yang digulirkan Kementerian Pertanian terus berlanjut hingga Desember mendatang,” kata Deni kepada Kabar Banten, Selasa (12/9/2017).
Menurut Deni, pihaknya menargetkan angka tanam September-Oktober mencapai seluas 25.000 hektare bisa direalisasikan. “Jika petani tanam September-Oktober, maka bisa dipanen November-Desember 2017,” ujarnya.

Dijelaskan, program upsus pertanian jagung untuk mendukung swasembada pangan dan peningkatan ekonomi masyarakat. Melalui program itu, petani mendapat bantuan benih jagung sebanyak 15 kilogram per hektare dengan pupuk urea 50 kilogram per hektare. ”Penyaluran bantuan benih jagung hibrida variertas NK 212 sangat cocok ditanam di wilayah Kabupaten Lebak. Program upsus jagung dipastikan menyumbangkan produksi pangan nasional dan peningkatan pendapatan ekonomi petani. Apalagi, produksi jagung itu akan ditampung oleh Gabungan Pengusaha Makanan Ternak (GPMT) Provinsi Banten,” tuturnya.

Ditambahkan, pemerintah kini menutup pasar impor jagung untuk memberi kesempatan bagi petani meningkatkan produksi sehingga mampu meningkatkan ekonomi petani. Selain itu, pengusaha bisa menampung jagung dari petani untuk memenuhi pasar nasional. Kabupaten Lebak, ujarnya, berpeluang menjadi lumbung jagung karena didukung lahan luas, baik daratan maupun persawahan.

Bahkan, banyak lahan telantar milik swasta, BUMN, TNI, Polri, Perum Perhutani, perkebunan, dan perorangan bisa dimanfaatkan untuk tanam jagung tersebut. “Kami minta petani agar melaksanakan percepatan tanam untuk meningkatkan produksi jagung guna memenuhi kebutuhan pangan nasional,” ujarnya. Sejumlah petani Kecamatan Cimarga, Kabupaten Lebak mengatakan, mereka kini mengembangkan budi daya tanaman jagung hibrida bantuan upsus seluas satu hektare. Selain bertanam di lahan pribadi, petani di wilayah itu juga memanfaatkan lahan Perum Perhutani dengan pola tumpang sari dengan tanaman lainnya. (H-22)***


Sekilas Info

Pemberlakuan HET Beras Belum Berpihak ke Petani, Distanbun Naikkan HPP Gabah

LEBAK, (KB).- Pemberlakuan harga eceran tertinggi beras yan dikeluarkan pemerintah pada 1 September lalu lebih berpihak …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *