Selasa, 12 Desember 2017

Panaitan Surganya Pecinta Alam

Di sebelah barat Pulau Jawa dibatasi oleh selat sempit Panaitan. Secara administrasi, pulau yang diberi nama Panaitan itu masuk wilayah Pandeglang, Provinsi Banten. Banyak sejarah tersimpan di sini. Pulau yang memiliki luas ± 17.000 hektare ini memiliki permukaan berbukit yang diselimuti hutan hujan tropis.

Bukit terbesar di Pulau Panaitan dinamakan Gunung Raksa, didalamnya kaya akan flora dan fauna serta beberapa penemuan arkeologis seperti Patung Ganesha dan Shiwa yang diperkirakan peninggalan Hindu Kuno. Tak heran jika wisata Panaitan ini menjadi surganya bagi para pecinta alam.

Seperti dikutip dari laman Ujung-Kulon.com, bahwa lokasinya pun tidak jauh berbeda dengan Pulau Peucang, sepanjang garis pantai Pulau panaitan dihiasi pasir putih yang luas. Karena pulau ini merupakan bagian dari Taman Nasional Ujung Kulon dan masuk dalam daftar warisan dunia oleh UNESCO pada tahun 1991/1992 maka tidak boleh dimanfaatkan untuk tempat tinggal.

Terdapat kantor seksi pengelolaan Taman Nasional dan beberapa ruangan sederhana untuk petugas yang berjaga di pulau indah ini yang dapat memberikan informasi lengkap yang kita butuhkan. Pulau ini dijuluki surganya para pecinta surfing baik dalam negeri maupun luar negeri dikarenakan Panaitan adalah salah satu lokasi surfing terbaik di dunia.

Berbagai macam jenis ombak yang populer di pulau ini, seperti one palm points, napalms, apocalypse, dan pussy istilah-istilah dalam dunia surfing benar-benar bisa dinikmati di sini. Bukan saja ombaknya yang memesona, terumbu karang di bawah lautnya juga tidak kalah indah. Salah satu lokasi penyelaman yang cukup terkenal adalah batu pitak dekat legon butun.

Cukup disayangkan lokasi tersebut tidak disarankan bagi pemula dikarenakan kuatnya arus dan faktor-faktor alam lainnya. Hutan hujan tropis yang menyelimuti hampir keseluruhan pulau menjadikan Panaitan sebagai rumah yang sangat tepat bagi satwa yang tinggal di sini. Berbagai macam jenis satwa hidup liar dan alami.

Rusa, biawak, monyet ekor panjang, babi hutan sangat mudah dijumpai dan berkeliaran bebas di depan dermaga sampai di kantor pengelolaan milik Perhutani. Satwa lain seperti buaya air tawar, ular pithon, burung-burung dan masih banyak satwa lainnya menempati pulau ini.

Suasana Pulau Panaitan memberikan kesan tersendiri bagi para peselancar khususnya. Karena, selain ombaknya yang menantang, suasana di pulau ini cukup sepi dari hiruk-pikuk kota dan pantai surfing lainnya. Pemandangan alam liar menjadi bonus untuk peselancar. (Tb. A. Turmahdi)***


Sekilas Info

Temuan Baru Makam di Selatan Surosowan Banten Lama

Satu temuan baru di lingkungan Banten Lama beberapa waktu lalu diketemukan berkat informasi masyarakat. Lokasi …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *