Kamis, 17 Agustus 2017
pilkada kota serang 2018

Pada Pilkada Serentak 2018 di Banten, Golkar Usung 4 Calon

SERANG, (KB).- Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golongan Karya (Golkar) menyerahkan empat rekomendasi calon kepala daerah pada Pilkada serentak 2018 di Provinsi Banten. Empat nama tersebut yaitu Vera Nurlaela Jaman (calon Wali Kota Serang), Iti Octavia Jayabaya (calon Bupati Lebak), Ahmed Zaki Iskandar (calon Bupati Tangerang), dan Sachrudin (calon Wali Kota Tangerang).

Penyerahan rekomendasi digelar di aula salah satu hotel di Kota Serang, Kamis (10/8/2017).  Hadir dalam penyerahan tersebut Ketua Bidang Pemenangan Pemilu Jawa I Agun Gunandjar, Ketua DPD Golkar Provinsi Banten Ratu Tatu Chasanah, Sekretaris DPD Golkar Provinsi Bahrul Ulum, Vera Nurlaela Jaman, dan Sachrudin. Sementara penyerahan untuk Kabupaten Tangerang dan Lebak diwakilkan oleh masing-masing DPD.

Ketua Bidang Pemenangan Pemilu Jawa I Agun Gunandjar mengungkapkan, rekomendasi untuk pilkada serentak di empat kabupaten kota di Provinsi Banten sudah dikeluarkan. Kota Tangerang diputuskan Ketua DPD Kota Tangerang Sachrudin untuk maju di Pilkada 2018, kemudian Kota Serang diputuskan Vera Nurlaela Jaman, Kabupaten Tangerang diputuskan incumbent yaitu Ahmed Zaki Iskandar yang akan diusung kembali, dan di Kabupaten Lebak putuskan Iti Octavia. “Setelah nama calon diputuskan, tahap berikutnya kami minta Ketua DPD Golkar Provinsi Banten dan DPD Kabupaten/Kota bersama kandidat untuk lanjutkan langkah komunikasi politik yang sudah terbangun dengan partai politik lainnya,” katanya.

Setelah masing-masing daerah final komunikasi politiknya, kata Agun, langsung bawa rapat ke DPD Provinsi Banten. Jika sudah sepakat koalisi dan ditetapkan dengan siapa pasangannya segera rapatkan.
“Nanti itu akan dipertimbangkan dilihat dan diambil keputusan, kalau belum bisa diambil keputusan mungkin akan ditunda dulu. Ada langkah-langkah termasuk bahas strategi kemenangan dengan pengalaman Golkar di pilkada sebelumnya keluar sebagai pemenang. Tapi kami tetap tidak takabur, namun itu jadi motivasi. Kami ingin Golkar di pilkada adalah bagian strategi memenangkan Pileg 2019, agar Golkar masuk pemenang,” ujar Agun.

Ia mengatakan, dalam hal pilkada, Partai Golkar bukan hanya sekadar menang, tapi ingin memberikan kontribusi untuk tata kelola pemerintah agar semakin baik.  Terkait adanya kader Golkar yang juga mencalonkan diri di Pilkada Kota Serang, Agun mengatakan, Golkar partai yang punya cukup pengalaman dan aturan. Golkar punya prosedur dan mekanisme dan pengambilan keputusannya.
“Bagian-bagian persoalan itu mau tidak mau kita harus hadapi, tapi tetep orang Golkar yang punya visi misi akan kembali ke Golkar. Soliditas partai itu akan jadi prioritas utama. Kami punya pertimbangan, intinya di Banten akan lebih arif atau bijak harus saling menghormati, menghargai. Ya nanti rakyat akan melihat sendiri,” tuturnya.

Terkait penetapan ke Iti, Agung mengatakan, Golkar berpolitik bukan semata-mata untuk diri sendiri, tapi untuk penyelenggaraan pemerintahan yang baik demi kesejahteraan rakyat. “Golkar lebih mengedepankan penyelenggara pemerintahan yang kondusif. Kita siap untuk jadi wakil sekalipun, tapi utamakan penyelenggara pemerintahan yang kondusif. Kita melihat memang Ibu Iti masih layak memimpin daerah, walaupun dari partai lain. Itulah Golkar,” ucapnya.

Sementara, Ketua DPD Golkar Provinsi Banten Ratu Tatu Chasanah mengatakan, setelah rekomendasi diberikan ada tugas yang harus dilakukan DPD Golkar Provinsi dan DPD Golkar kabupaten/kota bersama calon, yaitu mengomunikasikan untuk partai pengusung dan siapa calon wakilnya.  “Nanti kita bawa ke DPP lagi,” tuturnya.  Terkait adanya kader Golkar yang juga ikut mencalonkan diri, kata Tatu, penetapan Vera merupakan hasil keputusan dari bawah, yakni dari rapat pleno diperluas berdasarkan juklak dari DPP, dan hasil pleno diperluas nama-nama yang muncul diplenokan di DPD provinsi dan semua tidak ada masalah.  “Kalau ada perbedaan keinginan dari orang perorang itu harusnya ditempuh di tingkat DPD dua (DPD Kota), disuarakan di sana ada pengurus desa dan pengurus kecamatan. Kalau DPD duanya sudah menentukan keputusan, kami (DPD provinsi) hanya melanjutkan,” ujarnya.

Menurut Tatu, seharusnya kader partai fatsun terhadap keputusan partai. “Karena ya kita sadar setelah masuk ke parpol, hak politik kita ke partai, konsekuensi ke partai. Kader partai tahu konsekuensinya,” ujarnya. Tatu mengatakan, kader ada yang mencalonkan diri itu tidak masalah karena mencalonkan adalah hak pribadi. “Silakan kalau mau maju, itu gak bisa dilarang, itu hak pribadinya,” katanya.
Terkait sanksi bagi yang tidak fatsun partai, Tatu hanya mengatakan, seperti dikatakan DPP, mekanisme partai ditempuh. Diketahui, Subadri Usuludin kader Golkar Kota Serang yang sekarang menjabat sebagai Ketua DPRD Kota Serang juga turut mencalonkan diri pada Pilkada Kota Serang 2018. Subadri telah mengikuti penjaringan di sejumlah partai politik. (H-40)***


Sekilas Info

PII Banten Teken MoU dengan Untirta dan IP: Menjembatani PT, Industri dan Pemda

Persatuan Insinyur Indonesia (PII) Wilayah Banten bersama Untirta dan PT Indonesia Power (IP) UJP 1 …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *