Sabtu, 18 November 2017

Pada APBD 2018, Alokasi Disdik Direncanakan Rp 2 T

SERANG, (KB).- Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Banten akan menjadi salah satu organisasi perangkat daerah (OPD) yang mendapat alokasi anggaran cukup besar pada APBD 2018. Direncanakan anggaran di Disdik mencapai Rp 2 triliun. Hal itu dikatakan Sekretaris Disdikbud Banten, Ardius Prihartono, Ahad (12/11/2017).

“Hitung-hitungan kita itu untuk belanja langsung sekitar Rp 1,1 triliun. Sementara belanja tidak langsung Rp 800 jutaan. Kurang lebih total Rp 2 triliun,” kata Ardius. Meski begitu, menurutnya angka tersebut baru sebatas usulan sesuai dengan kebutuhan pada tahun anggaran 2018. “Saya sudah sampaikan ke teman-teman, katakan yang sesungguhnya, kebutuhan berapa, riil saja. Yang penting jelas dan detail peruntukannya supaya kita bisa mempertanggungjawabkan. Kalau nanti finalnya dikasih anggaran berapa ya itu persoalan lain, yang penting kita menghitung sesuai kebutuhan,” ujar Ardius.

Ia mengungkapkan, Disdikbud sendiri ditarget membangun 168 unit sekolah baru (USB) selama kurun waktu 3 tahun ini. Artinya, setiap tahunnya Disdik harus membangun 56 sekolah baru. Target tersebut tercantum dalam rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD) 2017-2022 yang merupakan penjabaran dari visi misi Gubernur dan Wakil Gubernur Banten Wahidin Halim-Andika Hazrumy. “Sesui RPJMD, kita ditarget membangun 168 USB selama tiga tahun pertama. Kalau dibagi tiga (tahun) berarti ya 56 sekolah setiap tahunnya harus dibangun. Karena memang fokus Pak Gubernur salah satunya di sektor pendidikan,” ucapnya.

Ia menjelaskan, dari 168 USB tersebut, 12 sekolah diprioritaskan untuk pembebasan lahannya pada tahun 2017. Sementara untuk pembangunannya dilakukan pada 2018. “12 sekolah ini yang masih numpang di sekolah lain. Jadi dari 56 berkurang 12, artinya tahun depan masih ada 44 titik lagi untuk pembebasan lahan untuk sekolah baru, lokasinya nanti akan ditentukan. Mekanismenya, tahun ini pembebasan lahannya, tahun depan pembangunannya, terus sampai tahun ketiga,” tuturnya. Selain USB, Disdik juga ditarget membangun 2.016 ruang kelas baru (RKB). “Jadi setiap tahun sekitar 600 sampai 700 RKB yang kita bangun, SMA ditarget 3 tahun harus selesai. Hitung-hitungannya 1 RKB (membutuhkan anggaran) sekitar Rp 200 juta,” katanya.

Gubernur Banten Wahidin Halim dalam setiap kesempatan hampir selalu menekankan bahwa pendidikan menjadi sektor yang diprioritaskan dalam program pembangunan 5 tahun ke depan. Menurut Wahidin, dengan peningkatan mutu dan kualitas pendidikan akan berdampak pada peningkatan laju pertumbuhan ekonomi (LPE) dan menekan angka pengangguran dan kemiskinan. (RI)***


Sekilas Info

“Sepatu Orang Lain” Buku Karya Wanita Banten Dibedah di Swiss

Kita hanya mampu membeli tas tangan seharga lima ratus ribu rupiah. Ketika kawan kita membeli …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *