Kamis, 24 Agustus 2017

Nelayan Tewas Tenggelam di Muara

PANDEGLANG, (KB).- Seorang nelayan kerang, Masroni (35) warga Kampung Seledengen, Desa Panimbangjaya, Kecamatan Panimbang diduga tenggelam di muara perairan Panimbang, Jumat (16/6/2017). Hingga dua hari ini, korban baru ditemukan dalam kondisi sudah menjadi mayat terjepit di reruntuhan bekas kayu jembatan, sekitar pukul 15.30. Menurut informasi, sehari sebelum kejadian, korban sempat minta pamitan mencari kerang ke istrinya.

Sementara itu Sumiati (30) istri korban mengatakan, suaminya setiap hari mencari kerang hijau di muara Sungai Seledengen. Seperti biasa, kata dia, suaminya itu berangkat pagi dan tengah hari udah pulang.  “Awalnya suami saya pamit sekitar pukul 14.00 sore dengan alasan untuk mencari kerang hijau di muara. Tidak ada firasat apapun bagi kami, cuma kami tunggu-tunggu sampai malam suami saya tidak pulang, dan kami cari-cari juga ga ada yang tahu. Kami pihak keluarga curiga suami saya tenggelam karena pamit ke saya mau cari kerang ke muara Sungai Seledengen,” kata Sumiati, Jumat (16/6/2017).

Sementara itu Elis pemilik warung di pinggir muara sungai tersebut sempat melihat korban melewati warungnya sekitar pukul 14.35, sambil membawa bakul. “Saya sempat tanya mau kemana mang?” dia menjawab katanya mau cari kerang ijo, dari itu saya cuma liat dia turun ke muara Sungai Seledengen persis di bawah jembatan, dari itu saya tidak tahu lagi, tahu-tahu semalam keluarganya pada ribut mencarinya bahkan menanyakannya ke saya. Saya jawab Masroni saya liat sore turun ke muara sungai, katanya mau nyari kerang hijau,” tuturnya.

Sementara itu Karsiman warga lainnya mengatakan, di bawah jembatan tersebut biasa dijadikan untuk mencari kerang ijo. Karena di bawah jembatan itu ada bekas reruntuhan jembatan di dalam airnya, sehingga kerang ijo nempel di bekas reruntuhan jembatan itu. “Biasanya kami juga kalau nyari kerang ya di situ. Kita nyelam ke bawah reruntuhan jembatan tersebut. Karena dulu juga pernah kejadian, sama ada korban tenggelam kejepit di bekas reruntuhan jembatan, hampir setiap tahun ada aja yang tenggelam di bawah jembatan muara Sungai Seledengen ini,” ujarnya.

Camat Panimbang, Suaedi Kurdiatna, yang ikut meninjau di tempat kejadian perkara (TKP) menjelaskan, Masroni (35), warga Kampung Solodeungen, Desa Panimbang Jaya, Kecamatan Panimbang, dilaporkan hilang oleh Menel (30), istri korban kepada pihak yang berwajib sekitar pukul 18.00. ”Korban dilaporkan hilang sekitar pukul 18.00 oleh istrinya, dan hilangnya korban diduga tenggelam,” ucapnya.

Menurut pengakuan istri korban, dirinya dan Masroni (Suaminya) pergi ke kali pada pukul 14.00 untuk mencari kerang hijau di Kali Solodeungen. Dan sampai pukul 15.00 suaminya belum ditemukan. Kata Suaedi, saksi di TKP menyebutkan bahwa korban terakhir terlihat pada pukul 15.30, sedang mencari kerang, dan diduga korban terjepit dipuing-puing bekas jembatan lama. Menurut saksi, korban masih terlihat pada pukul15.30, tapi setelah itu korban tak terlihat, barang bukti di lokasi berupa baju dan rokok berada di bawah jembatan. Kemungkinan korban nyangkut direruntuhan jembatan tersebut.

Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pandeglang, Dadi Supriadi membenarkan adanya peristiwa mengenaskan tersebut. Dan pihaknya telah menurunkan personelnya untuk melakukan pencarian di TKP. ”Iya benar, dan kami sudah menurunkan personel dan peralatan untuk melakukan pencarian,” katanya. Dadi menambahkan, pencarian korban tenggelam juga dibantu dari pihak Polisi Airud Sektor Panimbang, TNI, dan Satuan Polisi Pamong Praja Kecamatan Panimbang. Namun sayang pencarian yang dilakukan dari pukul18.00 sampai Jumat belum ditemukan. (H-50)***


Sekilas Info

honorer kelurahan

Kritisi Program UPPO, Mahasiswa Demo Dinas Pertanian

  PANDEGLANG,(KB).- Mahasiswa Yang tergabung dalam Konsolidasi Mahasiswa Nasional Indonesia (Komando) Kabupaten Pandeglang kembali menggelar demo …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *