Senin, 11 Desember 2017

Meriahkan Rakernas Apeksi, Disparpora Promosikan Budaya Kota Serang

Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olah Raga (Disparpora) Kota Serang menjadi salah satu
organisasi perangkat daerah (OPD) yang ikut memeriahkan  Rapat kerja nasional (Rakernas) Asosisasi Pemerintah Kota seluruh Indonesia (Apeksi), di Kota Malang dari 19-23 Juli 2017. Kegiatan itu merupakan ajang pertemuan Pemerintah kota seluruh Indonesia untuk membahas isu-isu strategis. Kegiatan itu juga diiringi oleh pawai budaya, city expo, dan pentas seni budaya. Saat pawai budaya, Disparpora berkesempatan menampilkan seni debus. Penampilan ini mendapat sambutan meriah dari peserta yang hadir.

Kepala Disparpora Kota Serang, Hafidi mengatakan, peserta terlihat cukup antusias menyambut penampilan seni dari Kota Serang. Tidak hanya para OPD, wali kota yang hadir juga ikut terhibur. “Rangkaian kegiatan Rakernas Apeksi yaitu pawai budaya. Kami Disparpora menjadi koordinator dalam kegiatan tersebut, salah satu yang ditampilkan dalam pawai budaya yaitu debus. Debus mendapat sambutan yang sangat meriah dari peserta yang hadir,” katanya.

Sambutan meriah dari peserta tentu menjadi kebanggaan bagi masyarakat Kota Serang. Ke depan, seni di Kota Serang harus terus dipromosikan agar tetap menjadi daya tarik wisata. “Debus ini mempunyai daya tarik tersendiri dan harus terus dipromosikan, karena menjadi salah satu kekayaan wisata di Kota Serang. Tidak hanya debus, seni lain juga harus terus dipromosikan,” ucapnya.

Sementara itu, saat kegiatan inti berupa rapat kerja, Pemerintah Kota Serang ikut membahas isu-isu strategis yang berkembang, seperti pembangunan. “Inti dari pada pelaksanaannya itu pada hari pertama dan kedua, yaitu menyampaikan isu-isu seperti pembangunan masing-masing kota termasuk masalah lain yang menarik,” ucapnya.

Ia berharap, ke depan Kota Serang dapat menjadi tuan rumah kegiatan itu. Karena, kegiatan ini otomatis dapat menggerakkan roda perekonomian masyarakat. “Kemarin saja saya baca, nilai uang yang berputar dari peserta, mulai sewa hotel dan lainnya mencapai Rp 50 miliar, makanya kalau di Kota Serang ini bagus juga,” tuturnya.

Untuk menjadi tuan rumah ada beberapa hal yang perlu disiapkan, misalnya fasilitas hotel. Hotel yang tersedia harus mampu menampung peserta. Saat ini di Kota Serang, ia melihat jumlahnya masih kurang. “Harus mulai dilakukan penataan fasilitas, agar suatu saat menjadi tuan rumah,” katanya. (Sutisna/KB)***


Sekilas Info

Temuan Baru Makam di Selatan Surosowan Banten Lama

Satu temuan baru di lingkungan Banten Lama beberapa waktu lalu diketemukan berkat informasi masyarakat. Lokasi …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *