Sabtu, 18 November 2017

Mendongkrak Prestasi Siswa Melalui Pelatihan Guru

CELOTEH ringan penuh argumentatif disertai canda tawa terdengar jelas dari sebuah ruang kelas SMPN Satu atap (Satap) 6 Sajira. Suara itu bukan berasal dari para siswa, tapi dari para guru yang sedang mengikuti kegiatan workshop penguasaan metode dan model pembelajaran bagi guru SMPN Satap 6 Sajira yang digelar ada pertengahan pekan lalu.

Di bawah panduan Widya Iswara dari Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP) Banten Lela Voni Sulistiyowati, M.Si., kedua belas guru SMPN Satap 6 Sajira itu mencoba mempraktikkan model-model pembelajaran secara bergantian. Widya Iswara Lela Voni Sulistiyowati tidak hanya memberikan materi tentang metode dan model pembelajaran, namun langsung mempraktikkannya sebelum kemudian meminta seluruh guru secara bergantian melakukan praktik model pembelajaran sesuai bidang pelajaran masing-masing.

”Saya akan mengikuti kegiatan hingga akhir. Saya kira inilah salah satu cara tepat untuk memastikan para guru memahami metode dan model pembelajaran yang tepat untuk diterapkan bagi siswa didiknya,” ujar pengawas H. Abdus Subhan Jayani, S.Pd. M.Pd. kepada Kabar Banten, di sela kegiatan.

Sebelum dimulainya kegiatan workshop, seluruh guru menerima pembekalan dari Kepala seksi Kurikulum dan Penilaian SMP Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Didi Rustiadi, yang secara detail menjelaskan tentang tugas pokok para guru serta upaya yang harus dilakukan untuk meningkatkan mutu pendidikan di sekolah.

”Saya mengapresiasi kegiatan yang dilakukan sebagai upaya untuk meningkatkan prestasi siswa secara keseluruhan. Tanpa memahami metode dan model pembelajaran yang benar, agak sulit bagi guru untuk membangkitkan minat siswa didik untuk lebih giat belajar. Insya Allah, kebijakan sekolah meliburkan siswa hari ini akan memberikan manfaat yang jauh lebih besar pada peningkatan minat belajar siswa,” kata Didi.

Kepala SMPN Satap 6 Sajira, Roni Nugraha menyatakan, pelaksanaan kegiatan itu didasarkan pada hasil observasi kelas yang telah dilakukannya sejak dipercaya memimpin sekolah itu awal tahun ini. ”Dari hasil observasi kelas yang saya lakukan, saya menyimpulkan masih ada ketidaksesuaian metode dan model pembelajaran di kelas. Saya diskusikan masalah ini secara personal dengan masing-masing guru dan menawarkan solusinya pada forum rapat dengan para guru,” ujar Roni Nugraha.

Menurutnya, mengingat keterbatasan anggaran yang dimilikinya, upaya untuk memberikan pelatihan khusus pada guru itu akhirnya mendapatkan titik terang dengan adanya kebijakan pihak LPMP yang sedang melaksanakan program pemberian pelatihan bagi guru. ”Kami menyampaikan apresiasi pada pihak LPMP yang telah bersedia memberikan pelatihan. Namun yang terpenting seluruh guru telah berkomitmen untuk mengimplementasikan seluruh bekal yang telah didapat pada KBM di kelas,” ucapnya.

Disinggung tentang target nilai ujian nasional yang akan dicapai, Roni menegaskan kesiapannya untuk menaikkan peringkat sekolahnya dalam raihan nilai UN, dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
”Jika melihat antusiasme dan kesungguhan seluruh guru, saya optimistis nilai UN SMPN Satap 6 Sajira akan merangkak naik dibandingkan tahun sebelumnya,” tutur Roni yang sebelumnya telah mengantarkan SMPN Satap 3 Sobang masuk dalam peringkat 10 terbaik se-Kabupaten Lebak, selama kepemimpinannya di sekolah itu. (Lugay/Job)***


Sekilas Info

Polisi Bekuk Dua Pengedar Narkoba

LEBAK, (KB).- Anggota Kepolisian Sat Narkoba Polres Lebak menangkap dua orang tersangka pengedar narkoba golongan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *