Rabu , Juni 28 2017 10:44 am
Home / SEPUTAR BANTEN / LEBAK / Melalui ”London Fashion Week”, Tenun Baduy Kini Mulai Dikenal Dunia

Melalui ”London Fashion Week”, Tenun Baduy Kini Mulai Dikenal Dunia

KAIN tenun merupakan salah satu benda budaya lokal masyarakat nusantara yang sudah sejak lama dikenal luas hingga ke mancanegara. Salah satu kelompok masyarakat yang sangat akrab dengan budaya tenun itu adalah Suku Baduy di Pegunungan Kendeng, Desa Kanekes. Sebagai salah satu suku yang berada di Banten, masyarakat Baduy memiliki kain tenun berwarna putih dan biru tua sebagai ciri khasnya. Selain itu, teksturnya yang kasar dan motifnya sederhana menjadi ciri khas lain kain yang dibuat dengan cara tradisional ini. Tenun Baduy memiliki ciri-ciri yang khas dan ‘unik’ dibanding dengan pakaian keseharian orang-orang yang berada di sekitar mereka, demikian juga dengan orang-orang daerah Banten lainnya.

Tenun Baduy tampak sederhana jika dibanding tenunan dari daerah lain. Namun, reka hias dan kerajinan tangan tenun orang Baduy ini merupakan karya cipta yang memiliki nilai tinggi dan telah menjadi salah satu incaran wisatawan yang berkunjung ke bumi Kanekes. Mengingat potensi yang cukup menjanjikan itu, sejak beberapa tahun Pemkab Lebak, terus memperkenalkan kerajinan tenun Baduy melalui berbagai event agar tenun Baduy yang memiliki ciri khas itu bisa mendunia. “Kami terus mengoptimalkan pembinaan dan promosi agar menembus pasar dunia,” kata Kepala Seksi Industri Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Lebak, Sutisna di Lebak, Kamis (15/6/2017).

Menurutnya, Pemerintah daerah hingga kini terus melestarikan budaya kerajinan khas masyarakat Baduy di antaranya kain tenun karena memiliki nilai jual cukup tinggi, memiliki banyak motif pilihan dan berbeda dengan tenun dari daerah lain di tanah air. ”Sejumlah motif tenun Baduy antara lain, poleng hideung, poleng paul, mursadam, pepetikan , kacang herang, maghrib, capit hurang, susuatan, suat songket, smata (girid manggu, kembang gedang, kembang saka), adu mancung, serta motif aros yang terdiri dari aros awi gede, kembang saka, kembang cikur, aros anggeus,” ujarnya.

Upaya pembinaan dan pengembangan kerajinan tenun Baduy di Desa Kanekes Kecamatan Leuwidamar, dimaksudkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat juga penyerapan lapangan pekerjaan. ”Saat ini, pihaknya membina perajin tenun Baduy sebanyak 200 perajin. Kemampuan menenun warga Baduy diwariskan secara turun temurun karena merupakan bagian amanat nenek moyang yang harus dilestarikan. Bahkan, para gadis Baduy jika mau menikah tentu harus melalui persyaratan di antaranya mampu menenun kain itu,” ucapnya. Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Hari Setiono menambahkan, promosi tenun Baduy yang cukup menyita perhatian masyarakat kain Indonesia adalah saat Pemkab Lebak mengikuti ajang 13Th Jakarta Fashion and Food Festival (JFFF) 2016, di Sumarecon, Kelapa Gading, tahun 2016 lalu.

Pada ajang Fashion Show itu, perancang busana, Yogie Pratama meluncurkan koleksi terbarunya, rancangan busana yang terbuat dari kain tenun Suku Baduy. Di tangan Yogie, tenun asli Baduy terlihat sangat elegan dengan garis-garis tegas. Koleksi khusus wanita ini hadir dengan siluet klasik khas Yogie Pratama.Untuk material, Yogie menggunakan renda, lace, net dan sifon supaya kekuatan busana semakin terangkat dan semakin elegan. Mengingat tenun Baduy kebanyakan berwarna dasar gelap, Yogie banyak membuat potongan busana yang lebih ke arah maskulin, meski yang memakainya perempuan. Indigo yang juga merupakan warna pada kain tenun Baduy, dikemas dalam busana stylish dan glamour dalam look Evening Gown dan Cocktail Dress.

”Dan cukup membanggakan, tenun Baduy karya disainer muda Amanda I Lestari, berhasil menggebrak London Fashion Week” di Somerset House, London, Inggris pada 17 hingga 21 Februari 2017. London Fashion Week memiliki kebanggaan melihat kehadiran tenun Baduy yang sederhana namun elegan dalam eksebisi fesyen menampilkan puluhan desainer dari 26 negara. Melalui event itu, masyarakat kain dunia kini mengenal tenun Baduy,” tutur Hari. (T.Soemarsono/KB)***

Sekilas Info

Ruas Jalan di Kabupaten Lebak Siap Manjakan Pemudik

RUAS jalan di Kabupaten Lebak layak dilintasi pemudik Lebaran 2017 karena sebagian besar pembangunan direalisasikan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *