Kamis, 24 Agustus 2017

Masjid Salafiah Caringin Peninggalan Syekh Asnawi

Caringin, merupakan nama desa di Kecamatan Labuan, Kabupaten Pandeglang. Desa tersebut kurang lebih berjarak 65 kilometer dari Ibu Kota Provinsi Banten. Nama Caringin diambil dari nama pohon beringin. Di telinga masyarakat Banten, Desa Caringin sudah terdengar akrab, karena daerah tempat tinggal tokoh besar, Syekh Asnawi.  Semasa hidupnya, Syekh Asnawi dikenal sebagai tokoh pejuang melawan kolonial Belanda, tokoh tersebut juga banyak berperan dalam penyebaran Islam. Salah satu bukti peninggalannya, yaitu Masjid Salafiah Caringin, di Desa Caringin, Kecamatan Labuan, Kabupaten Pandeglang.

Masjid tersebut didirikan pada 1884. Dalam pendiriannya, Syekh Asnawi dibantu warga sekitar dengan cara gotong royong. Setelah berdiri, masjid Salafiah Caringin terletak tidak jauh dari Pantai Carita tersebut menjadi pusat syiar Islam waktu itu. “Masjid ini didirikan setelah Gunung Krakatau meletus, jadi bukan sebelum Krakatau meletus. Kalau ada yang mengatakan (dibangun) sebelum Krakatau meletus itu bohong,” kata Direktur Banten Heritage, Dadan Sujana, Kamis (15/6/2017). Model bangunannya bergaya klasik, perpaduan lokal dengan budaya Hindu. Seperti halnya bangunan kuno, Masjid berbentuk segi empat dengan penyangga fondasi masif.

desnitasi wisata sejarah

Pada bagian depan, terdapat dua pintu masuk, dari sisi utara dan selatan. Nuansa klasik juga terlihat dari atapnya yang ditopang oleh soko guru, atap tersebut mirip gaya bangunan Jawa kuno, Joglo. Masjid memiliki beberapa jendela besar, dari bentuknya jendela dipengaruhi oleh gaya bangunan asing. Lahan yang digunakan untuk pembangunan kurang lebih 2.500 meter persegi. “Bentuk bangunannya itu jenis bangunan masjid kuno di Indonesia mengambil langgam atau corak hindu untuk menunjukkan waktu,” ujarnya.

Pada bagian dalam, terdapat mimbar, ruang imam beserta peyangga berupa tiang. Instrumen di bagian dalam juga tidak lepas dari gaya bangunan klasik. Pada umumnya, bangunan bergaya seperti ini banyak berkembang pada masa lalu. “(Bangunan masjid) kuat sampai sekarang,” tuturnya.  Hingga saat ini, Masjid Salafiah Caringin masih dipakai untuk beribadah dan menjadi desnitasi wisata sejarah, sekaligus wisata religius di Banten. Warga sekitar masih menggunakannya untuk beribadah berjemaah sehari-hari. Ke masjid tersebut juga banyak berdatangan wisatawan. (Sutisna/”KB”)***


Sekilas Info

Arca Sanghyang Dengdek, Tempat Pemujaan Nenek Moyang

Sanghyang Dengdek merupakan sebutan untuk arca atau patung batu yang terdapat di kaki Gunung Pulosari, …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *