Selasa, 12 Desember 2017
Perwakilan Forum Komunitas Sekolah Aman (FOKSA), Sukemi saat memberikan keterangan pers terkait Sosialisasi Kanal Pengaduan Sekolah Rusak di salah satu rumah makan di Palima, Kecamatan Curug, Kota Serang, Rabu (6/12/2017).*

Masih Banyak Sekolah Rusak, Warga Buat Forum Komunikasi

SERANG, (KB).- Puluhan masyarakat Kabupaten Serang membentuk Forum Komunikasi Sekolah Aman (FOKSA), Rabu (6/12/2017). Nantinya masyarakat bisa melakukan pengaduan yang langsung terintegrasi dengan sistem LAPOR! milik Kantor Staf Presiden. Kegiatan tersebut bekerja sama dengan pihak Yayasan Penguatan Partisipasi, Inisiatif, dan Kemitraan Masyarakat Indonesia (YAPPIKA Action-Aid).

Wakil Ketua Wakil FOKSA, Sukemi mengatakan, forum tersebut menjadi wadah untuk saling bertukar pikiran antarkelompok masyarakat anggota untuk terbangun solidaritasnya dalam memperjuangkan sekolah yang rusak yang ada di Kabupaten Serang. “Masyarakat bisa mengadukan ke kanal pengaduan yang terintegrasi dengan sistem LAPOR! dan sudah terhubung langsung dengan Kementerian Pendidikan. Ini sangat penting dilakukan untuk untuk mengetahui sekolah mana saja yang rusak. Satu dari lima ruang kelas SD di Kabupaten Serang dalam keadaan rusak berat dan akan membahayakan keselamatan para murid,” katanya, di salah satu rumah makan Palima, Kota Serang.

Sementara itu, Direktur Esekutif Pusat Telaah dan Informasi Ragional (Pattiro) Banten, Ari Setiawan menuturkan, forum komunikasi teresbut dibentuk dari warga sekolah, komite, orangtua murid, dan masyarakat untuk melakukan pendampingan dalam kebutuhan mendasar. “Kondisi sekolah rusak tidak ada yang memerhatikan. Untuk membangun sekolah rusak harus tepat sasaran. Selama ini, masih ada sekolah yang tidak mengalami kerusakan, malah dibangun. Rehab ruang kelas itu ternyata masih ada yang kurang tepat sasaran. Malah sekolah kondisi bagus yang dibangun,” ujarnya.

Ia mengatakan, efektivitas anggaran harus dijaga untuk membangun sekolah yang rusak. Dengan adanya forum tersebut masyarakat dapat berkontribusi secara langsung untuk berani menyuarakan kepedulian membangun sekolah yang rusak. “Anggaran yang ada harus dijaga untuk memperbaiki sarana dan prasarana yang rusak di sekolah dasar. Masyarakat juga dapat berkontribusi. Tentu pemerintah akan merespons sekolah yang mengalami kerusakan, seperti sekolah yang mendapat rehab kelas dari bupati. Dengan respons tersebut, sekolah-sekolah yang lainpun bisa diberbaiki juga,” ucapnya.

Forum tersebut terbentuk dari 10 komunitas sekolah, terdiri dari SDN Sampang, SDN Priok, SDN Cimiung 2, SDN Kalibuntu, SDN Bugel, SDN Sadah, SDN Bantar Panjang, SDN Sukabares, dan SDN Penyebarangan di Kabupaten Serang. “Dari 10 komunitas sekolah rusak ini, mereka ingin masyarakat untuk berkontribusi menyuarkan sekolah-sekolah yang mengalami kerusakan. Mereka juga ingin mengajak masayarakat lain yang ingin me-report sekolah yang ada di lingkungannya,” tuturnya.

Ia mengatakan, komunikasi tersebut dibentuk untuk membantu pemerintah daerah dalam melakukan rehabilitasi sekolah harus tepat sasaran. “Jika berbicara sekolah rusak SD yang pertama di Kabupaten Lebak. Kedua, Kabupaten Pandeglang dan terakhir Kabupaten Serang. Di lebak, salah satu sekolah ada yang aksesnya sangat jauh dari jalan raya dan itupun hanya setapak untuk bisa masuk ke sekolah tersebut dan di Serang sekolah aksesnya dekat, tapi masih ada yang rusak,” katanya.

Ia berharap, pemerintah serius dan melihat persoalan ruang kelas dan memperbaiki tata kelola penyelesainan permasalahan ruang kelas rusak. Sehingga, alokasi bantuan perbaikan menjadi tepat sasaran. “FOKSA berharap, tidak ada lagi sekolah yang kondisinya memprihatinkan dan rusak, karena terlambat mendapatkan bantuan. Walaupun semua itu butuh perjuangan dan dukungan dari semua kalangan. Tentu dengan sekolah rusak tidak akan nyaman, kami menginginkan sekolah yang aman dan nyaman bagi para murid-murid SD,” ucapnya. (DE)***


Sekilas Info

Unbaja Siap Bersaing di Dunia Usaha

SERANG, (KB).- Peningkatan dan pengembangan kompetensi lulusan menjadi salah satu perhatian Universitas Banten Jaya (Unbaja) dalam …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *