Selasa, 12 Desember 2017
Sidang Senat Terbuka Universitas Serang Raya X Gelombang I diikuti 320 wisudawan sarjana (S1) dari 4 fakultas dan program diploma III yang dilaksanakan di salah satu hotel Kota Cilegon, Selasa (5/12/2017).*

Mahasiswa Harus Mampu Hadapi Era Disrupsi

CILEGON, (KB).- Rektor Universitas Serang Raya (Unsera), Hamdan mengimbau kepada para lulusan atau wisudawan untuk mampu menghadapi era disrupsi atau ketidakstabilan yang terjadi saat ini. Hal tersebut diungkapkan pada acara Sidang Senat Terbuka Unsera di salah satu hotel Kota Cilegon, Selasa (5/12/2017).

“Seperti diketahui bersama, saat ini mereka dihadapkan pada era disrupsi, sehingga selaku generasi muda dengan bekal ilmu yang telah dimiliki diharapkan dapat lebih kreatif dan inovatif serta menguasai ilmu pengetahuan dan literasi teknologi,” katanya saat membuka Sidang Senat Terbuka Unsera.

Menurut dia, era disrupsi saat ini telah masuk ke berbagai lini kehidupan. Tidak hanya di bidang ekonomi, budaya, dan teknologi, namun juga menyasar ke dunia pendidikan. Fenomena disrupsi telah melahirkan pergerakan dunia industri yang tidak lagi linier, sehingga mengakibatkan persaingan dunia kerja menjadi semakin ketat.

“Khusus di bidang pendidikan disrupsi ternyata telah menjadi pemicu proses digitalisasi dari sistem pendidikan, contoh fenomena dari era disrupsi bidang pendidikan, adalah lahirnya aplikasi-aplikasi teknologi yang sangat inovatif, seperti Gojek, Uber, Grab, dan lainnya,” ujarnya.

Untuk mengantisipasi pergerakan era disrupsi yang tidak bisa dihindari tersebut, pihak Unsera terus berupaya untuk semakin memperbarui kurikulum-kurikulum pendidikan, agar sesuai dengan permintaan industri dan pasar kerja. Di tingkat global, estimasi yang beredar dunia akan menghadapi kekurangan tenaga profesional keamanan siber hingga lebih dari 1,5 juta pekerja pada 2020.

Menurut data di Australia contohnya 20 persen pekerjaan di sektor keamanan siber tidak terisi, karena kekurangan pekerja profesional yang terlatih. “Unsera menyadari, bahwa fenomena disrupsi sangat berpengaruh pada metode pengajaran, evolusi pembelajaran perlu dilakukan, sehingga proses-proses pembelajaran tidak lagi menggunakan cara-cara lama dan pasif.

Alhamdulillah, saat ini untuk kegiatan belajar di Unsera sudah melakukan perombakan, ruang kelas akan berevolusi dengan pola pembelajaran digital, sehingga diharapkan mampu memberikan pengalaman belajar yang lebih kreatif, partisipatif, inovatif, variatif, dan menyeluruh,” ucapnya.

Ia menuturkan, diharapkan kepada para wisudawan sudah siap dalam pergeseran era, dari era modern menuju era disrupsi atau era ketidakstabilan akibat perkembangan dunia modern saat ini. Wisuda sarjana merupakan salah satu wujud pertanggungjawaban perguruan tinggi dalam mendidik anak-anak bangsa menjadi sumber daya manusia yang diandalkan. “Saya berpesan kepada seluruh lulusan, agar menjadi generasi yang kreatif dan inovatif, sehingga bekal pendidikan yang telah diperoleh benar-benar bermanfaat dan diamalkan,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua Yayasan Pendidikan Informatika, Mulya Rachmatoellah mengapresiasi Unsera yang terus meningkatkan kualitas. Pihaknya berkomitmen hadir untuk membantu negara dan tidak menjadi beban negara. “Seperti yang disampaikan Rektor Unsera, bahwa saat ini mahasiswa dihadapkan pada era ketidakstabilan. Mudah-mudahan wisudawan mampu beradaptasi di era saat ini,” katanya. (TM)***


Sekilas Info

Unbaja Siap Bersaing di Dunia Usaha

SERANG, (KB).- Peningkatan dan pengembangan kompetensi lulusan menjadi salah satu perhatian Universitas Banten Jaya (Unbaja) dalam …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *