Selasa, 12 Desember 2017

Mahasiswa Diminta Jaga Ketahanan Bangsa

SERANG, (KB).- Rektor Universitas Banten Jaya (Unbaja), Sudaryono meminta kalangan mahasiswa memiliki kesadaran dalam menjaga ketahanan bangsa dalam kehidupan kampus maupun di masyarakat. “Hal itu juga sesuai dengan agenda nasional yang dilakukan Presiden Republik Indonesia, di mana Joko Widodo mengumpulkan seluruh rektor di Denspasar, Bali untuk mengantisipasi degradasi kemanusiaan dan upaya pencegahannya,” katanya saat membuka acara Seminar Kebangsaan dengan tema “Peran Pendidikan dan Ketahanan Nasional dalam Upaya Mencegah Degradasi Kemanusiaan di Auditorium Unbaja Kota Serang, Sabtu (2/12/2017).

Kegiatan yang digelar pihak Himpunan Mahasiswa Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Unbaja tersebut diikuti 200 peserta yang dihadiri mahasiswa Unbaja, Untirta, dan SMA se-Provinsi Banten. Ketua Panitia Seminar, Ahmad Asqolani mengatakan, seminar kebangsaan diselenggarakan, karena adanya keprihatinan mahasiswa terhadap terjadinya degradasi kemanusiaan dalam pendidikan dan ketahanan nasional. Dengan adanya seminar tersebut, ujar dia, mahasiswa lebih mendalami pemahaman generasi muda khususnya mahasiswa dan siswa sekolah menengah atas untuk mengetahui permasalahan pendidikan serta ketahanan nasional pada kondisi yang aktual.

Narasumber seminar dari Istana Belajar Anak Banten (Isbanban), Panji Aziz Purnomo mengajak untuk mengembangkan anak-anak Banten untuk menghindari terjadinya degradasi kemanusiaan, di mana masalah terbesar bangsa Indonesia adalah pendidikan, kesehatan, dan teknologi. Narasumber lainnya, Kasi Intel Korem 064 Maulana Yusuf, Roby menuturkan, kemajuan pendidikan yang harmonis dapat tercipta dengan meningkatkan kualitas guru. “Peran pendidikan tidak dapat diperoses jika tidak melalui pertahanan dan komunikasi, ekonomi, politik, dan sosial budaya,” ucapnya.

Ia menyinggung terkait adanya ketimpangan sosial, menyuarakan ketidakadilan hukum, serta keinginan masrakat untuk menghapus diskriminasi dalam berbagai aspek kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Oleh karena itu, kata dia, perlu upaya untuk mewujudkan persamaan persepsi dalam menolak tentang ancaman degradasi kemanusiaan oleh semua komponen masyarakat dan juga pemuda demi terwujudnya pencegahan radikalisme. Pada akhir sesi peserta menampilkan berbagai puisi yang bertema ajakan kepada semua komponen bangsa untuk memajukan pendidikan nasional dan melaksanakan ketahanan nasional dan menjaga keutuhan NKRI. (DE)***


Sekilas Info

Pegawai Untirta Dilatih Tanggulangi Kebakaran

PIHAK Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) bekerja sama dengan Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Serang menggelar …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *