Senin, 23 Oktober 2017

Mahasiswa Deklarasi Anti Gerakan Khilafah

SERANG, (KB).- Pemerintah sudah mengambil langkah tepat ketika menggaungkan kebijakan untuk melarang organisasi massa maupun organisasi lain yang memiliki ideologi bertentangan dengan Pancasila. Demikian terungkap dalam silaturahim dan dialog Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Perguruan Tinggi se-Provinsi Banten yang diadakan di Auditorim Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta), Rabu (14/6/2017).

“Memang seharusnya ideologi yang bertentangan dengan Pancasila dan paham kebangsaan Indonesia dilarang dan tidak boleh ada di bumi pertiwi,” kata Ketua Majelis Pesantren Salafi Provinsi Banten, KH. Matin Syarkowi. Menurut dia, seharusnya sudah sejak lama setiap organisasi yang bertentangan dan tidak mengacu kepada falsafah Pancasila dilarang. Sebab, organisasi tersebut akan membuat kerancuan di negara Indonesia yang memiliki banyak keragaman. Namun demikian, pemerintah harus bertindak adil, jangan hanya melarang organisasi yang berlabel Islam, seperti HTI, sehingga bibit-bibit organisasi yang berbau komunis juga harus dengan tegas dilarang, karena bertentangan dengan sila pertama, yakni Ketuhanan Yang Maha Esa.

Di tengah maraknya ideologi transnasional tersebut, salah seorang dosen Untirta, DR Suwaib mengatakan, maraknya berbagai ideologi asing sangat sulit terkendali, karena perkembangan ideologi mahasiswa hari ini lebih cenderung kepada ideologi komunitas bukan ideologi kebangsaan. “Pergerakan mahasiswa kontemporer saat ini cenderung pada pergerakan komunitas tertentu bukan lagi mayoritas. Sehingga, sulit untuk terdeteksi, karena ada di antara yang merongrong ideologi Pancasila. Oleh karena itu, ada kebijakan Presiden untuk penguatan nilai-nilai Pancasila,” ujarnya.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal Gerakan Mahasiswa Satu Bangsa Pusat, Adam Ma’rifat menyatakan, bahwa Pancasila merupakan salah satu solusi yang cocok untuk menyatukan berbagai perbedaan dan keragaman yang ada di Indonesia. “Generasi Pancasila, adalah sama, Jong Java, Madura, dan lainnya sama, tidak membedakan agama suku dan antargolongan,” tuturnya.

Kegiatan dialog yang dibuka oleh Wakil Rektor III Untirta, DR H Suherna tersebut diakhiri dengan pembacaan deklarasi Ketua BEM Untirta, Refki Abdillah menyatakan, bahwa mahasiswa siap menentang berbagai bentuk kegiatan anti-Pancasila dan anti-NKRI termasuk konsep Khilafah, radikalisme, dan terorisme. BEM se-Provinsi Banten siap menanamkan sikap/jiwa patriotisme dan cinta tanah air. (Sutisna/Job)***


Sekilas Info

Dalam Ajang LPSN, SMPN di Lebak Raih Tiga Medali Emas

LEBAK, (KB).- Para pelajar dari tiga sekolah menengah pertama (SMP) negeri di Kabupaten Lebak berhasil membawa …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *