Jumat, 24 November 2017

Limbah Sabut dan Kotoran Sapi, Antar Heni dan Lestari ke Ajang Nasional

Dua orang siswi Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1 Wanasalam Kabupaten Lebak berhasil lolos ke tingkat nasional untuk mengikuti festival inovasi dan kewirausahaan siswa se-Indonesia yang menurut rencana akan digelar di Bandung pada tanggal 11-16 September mendatang. Kedua siswi tersebut merupakan siswa kelas XI atas nama Henny Mayangsari dan Lestari Sri Utami, yang sebelumnya mengikuti proses seleksi Direktorat pembinaan sekolah menengah atas di Direktorat jenderal pendidikan dasar dan menengah pada Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendibud) beberapa pekan lalu.

Heny dan Lestari menceritakan saat dirinya mengikuti proses seleksi yang dikirimkan melalui panitia festival inovasi kewirausahaan di Kemendikbud berupa kreativitas dan terobosan serta inovasi dalam mengembangkan sistem media tanam. Dari 693 peserta hanya 150 sekolah yang berhak mengikuti Expo Fiksi di Bandung termasuk didalamnya 2 siswi SMAN 1 Wanasalam. “Alhamdulillah kami berdua diudang untuk mengikuti rangkaian grand final dalam festival inovasi dan kewirausahaan di Bandung. Ini merupakan kebanggaan bagi kami sebab kami ini berasal dari daerah yang ujung di Provinsi Banten,” kata Heny dan Lestari kepada Kabar Banten, Rabu (6/9/2017).

Dikatakan Heny, yang akan dipresentasikan bersama temannya ini tidak terlepas dari hasil pengamatan dan uji materi terhadap pengembangan usaha limbah sabut (Cocopeat-plus) yang ditambah dengan kotoran sapi sebagai media tanaman pengganti tanah atau menjadi kompos. “Dalam hal ini kami memanfaatkan limbah sabut yang terbilang melimpah namun tidak dimanfaatkan. Lewat inovasi ini kiranya bagi yang suka menanam jenis sayuran cocok untuk digunakan, bahkan di sekolah kami, uji coba terhadap tanaman cabai sangat bagus dan berbuah,” tuturnya.

Hal senada ditambahkan teman setimnya Lestari. Menurutnya, untuk proses pembuatannya sangat sederhana, dari limbah sabut yang sudah dihaluskan butiran kecilnya dijemur dan setelah kering disiapkan plastik atau karung kecil yang kemudian ditambahkan dengan kotoran sapi kemudian aduk. “Jika sudah diaduk dalam plastik maka tinggal menanamnya sesuai dengan keinginan jenis bibit sayuran yang kita sukai,” katanya.

Dikatakan Lestari, perbedaannya dengan pupuk lain tidak ada media tanah, ini hanya cukup dengan butiran sabut yang dihaluskan kemudian ditambah kotoran sapi dan lansung siap digunakan dan keunggulannya tidak harus rutin tiap hari disiram. Sebab sifat dari limbah sabut ini dapat bertahan lama dalam mengikat air. “Ya cukuplah kita siram dua atau 3 hari sehari sebab sifat butiran sabut kelapa ini tahan dalam mengikat air. Jadi buat di kota atau tanaman pekarangan rumah sangat cocok,” ujarnya. Saat ditanya persiapan untuk mengikuti gran final, keduanya menjawab sudah mempersiapkan segala bahan termasuk tayangan slaide presentasi saat proses pembuatan, dan kiranya ini bisa lama dan dimanfaatkan oleh para pencinta tanaman sebagai media tanam.

Sementara itu Kepala SMAN 1 Malingping, Raden Supardan, S.Pd, M,Si, mengapresiasi dan bangga terhadap siswinya yang lolos dalam seleksi Festival inovasi dan kewirausahaan siswa Indonesia (FIKSI). “Selaku pihak sekolah kita bangga dan mudah-mudahan dalam presentasi nanti dalam meyakinkan terobosan inovasi terhadap hasil pengembangan karyanya bisa menjadi yang terbaik,” kata Raden.
Dikatakan Raden, pihak sekolah bersama dengan komite bersama-sama menyiapkan segala sesuatunya yang berkaitan dengan kebutuhan dalam persiapan mengikuti Festival kewirausahaan. “Dalam festival ini pihak panitia telah menyiapkan stand gran expo berupa pameran. Hasil inovasi pengembangan kewirausahaannya harus dipamerkan setelah terlebih dahulu harus dipresentasikan didepan tim penguji,” ujarnya. (Dini Hidayat/KB)***


Sekilas Info

UIN SMHB Sediakan Beasiswa Tahfidz

SERANG, (KB).- Pihak Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Maulana Hasanuddin Banten (SMHB) menawarkan beasiswa melalui program …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *