Selasa, 12 Desember 2017

Limbah Rumah Tangga Cemari Sungai

CILEGON, (KB).- Belasan sungai di Kota Cilegon tercampur dengan limbah rumah tangga. Hal tersebut dikatakan Kasi Pengawasan Lingkungan pada Dinas Lingkungan Hidup Kota Cilegon, Andi Rhana saat ditemui di ruang kerja, Senin (4/12/2017). “Kami rutin melakukan pengujian kadar air sungai per semester pada 18 titik sungai di Kota Cilegon dan hasil yang didapat sungai di Kota Cilegon tercemar limbah rumah tangga, yang COD (chemical oxygen demand) lebih tinggi dari standar baku mutu,” katanya.

COD adalah jumlah oksigen yang dibutuhkan untuk mengoksidasi zat-zat organik yang terdapat dalam limbah cair dengan memanfaatkan oksidator kalium dikromat sebagai sumber oksigen. Angka COD merupakan ukuran bagi pencemaran air oleh zat organik yang secara alamiah dapat dioksidasi melalui proses biologis dan dapat menyebabkan berkurangnya oksigen terlarut dalam air.

“Untuk standar baku mutu COD yang dipakai adalah 25, sementara hasil uji sampel sekitar 17 sungai melebihi, namun ada satu sungai di bawah standar baku mutu, artinya sungai tersebut tidak tercemar limbah rumah tangga. Adapun nama sungai dalam uji sampel, sampai dengan sejauh ini belum ada nama-nama resmi, sehingga sejumlah sungai memakai nama daerah, itu juga karena kebijakan OPD,” ujarnya.

Menurut dia, sungai yang melebihi standar baku mutu COD, di antaranya Sungai Ciberung dari standar baku mutu 25, parameter 47,56, Sungai Muara KBS 287,86, Sungai Muara Pelindo II 3384,46, dan Sungai Cikuasa Gerem 2414,19. Sementara, sungai yang rendah dari standar baku mutu, yakni Sungai Cibeber 3,60 dan Sungai Kedung Ingas 15,22. Penyebab adanya limbah rumah tangga di sungai, adalah saat ini manusia kurang akan kesadaran lingkungan sendiri.

Karena, banyak di antara mereka yang kurang mengerti akan kebersihan lingkungan, sehingga mereka dengan mudahnya membuang limbah yang sangat berbahaya bagi lingkungan. Menurut dia, aktivitas sehari-hari yang dilakukan, seperti mandi, mencuci, dan berbagai aktivitas lain yang dianggap sepele, namun menghasilkan sisa buangan ternyata dapat membahayakan bagi manusia dan lingkungan khususnya lingkungan laut.

“Dari sekian banyak aktivitas manusia ternyata yang paling berbahaya, adalah limbah rumah tangga. Walaupun tidak hidup di wilayah pesisir dan banyak limbah industri yang tidak diolah juga dapat membahayakan perairan laut, tapi melihat banyaknya penduduk Indonesia dengan limbah rumah tangga yang tidak diolah serta dihasilkan setiap hari. Dapat dikatakan kerusakan, karena limbah rumah tangga lebih besar dari pada limbah industri,” ucapnya.

Pelaksana Tugas (Plt) Kabid Pengawasan Lingkungan, Moch Tedy menuturkan, uji sampel tersebut menggunakan parameter perbandingan dengan wilayah lain, misalnya untuk udara yang ada di kompleks dibandingkan dengan wilayah udara kompleks lain, begitupun dengan industri. “Untuk sungai juga sama, ada perbandingan dengan sungai lain yang ada di Kota Cilegon. Buangan limbah cair yang bersumber dari rumah tangga jika tidak dikelola dengan baik dapat memberikan dampak negatif pada lingkungan,” tuturnya. (HS)***


Sekilas Info

Rp 4 M untuk ”Command Center”

CILEGON, (KB).- Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon berencana membangun “Cilegon Command Center” di lantai dasar Kantor Sekretariat …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *