Sabtu, 18 November 2017

Lestarikan Kearifan Lokal Lewat Dongeng

Sebagai upaya melestarikan kearifan lokal dan menumbuhkan minat baca, Dharma Wanita Persatuan (DPW) Kota Serang menyelenggarakan lomba dongeng tingkat SD se-Kecamatan Cipocok. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Taman Bacaan Masyarakat TBM, Karundang, Cipocok Jaya, Kota Serang, Senin (13/11/2017).

Sekda Banten, Ranta Soeharta mengatakan, lomba mendongeng bertujuan untuk menggali anak-anak agar gemar membaca dan mengungkapkan kembali dalam bentuk cerita. Menurutnya, sekarang dongeng hampir punah dan jarang sekali ada orang yang bisa mendongeng.

”Dongeng bisa membuat anak mengenal kearifan lokal, pesan-pesan moral, nilai sejarah dari dongeng yang dibacakan. Mendongeng merupakan bentuk tradisi yang telah dipraktikkan selama ribuan tahun. Narasi dalam dongeng telah diwariskan dari generasi ke generasi melalui cerita rakyat, dan sekarang bagaimana anak-anak bisa mendongeng sesuai dengan kearifan lokal di masyarakat Banten,” kata Ranta yang turut hadir dalam acara tersebut.

Menurutnya, dongeng dapat mengasah kreativitas anak dan mengajarkan anak-anak untuk berani tampil mengekspresikan cerita yang dibawakan. ”Zaman sekarang anak kita sudah dicekoki budaya barat, sebaliknya cerita-cerita lokal melalui dongeng sangat kurang. Padahal banyak dongeng tentang Banten. Dengan lomba ini setidaknya anak-anak bisa mengekspresikan dongeng yang mereka bawakan,” ujarnya.

Sementara Ketua Dharma Wanita Persatuan DPW Provinsi Banten, Nani Ranta Soeharta mengatakan, kegiatan ini untuk membuat anak-anak menjadi gemar membaca, gemar menulis dan lebih berkreativitas dalam menceritakan kisah yang dibawakannya. ”Lomba mendongeng ini bertujuan untuk memberikan anak menjadi lebih gemar membaca, dan sebagai salah satu program kerja Dharma Wanita sekaligus untuk mempringati hari jadi Dharma Wanita,” katanya

Ia menuturkan, kegiatan lomba dongeng akan memunculkan para pendongeng yang nantinya bisa mengajarkan anak-anak untuk belajar mencintai budaya sendiri, seperti budaya di Banten. ”Lomba dongeng merupakan bagian dari upaya untuk menanamkan pendidikan moral dan akhlak kepada anak. Mendongeng juga sarana untuk mewariskan nilai-nilai budaya dan sejarah. Melalui dongeng, anak-anak diberikan pemahaman tentang budaya, etika, dan norma,” ucapnya.

Kegiatan lomba dongeng tersebut dihadiri lima sekolah yang mengikuti perlombaan ini yakni SDN 1 Karundang, SDN 1 Cipocok, SDN 1 Tembong, SDN 2 Tembong dan SDN 5 Banjarsari, serta dihadiri 11 peserta. Juaranya akan diikut sertakan dalam pelatihan menulis dilatih di Rumah Dunia. (DE)***


Sekilas Info

“Sepatu Orang Lain” Buku Karya Wanita Banten Dibedah di Swiss

Kita hanya mampu membeli tas tangan seharga lima ratus ribu rupiah. Ketika kawan kita membeli …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *