Sabtu, 18 November 2017

Layanan Kesehatan Mengkhawatirkan

SERANG, (KB).- Pelayanan kesehatan di Provinsi Banten perlu dibenahi, karena pelayanannya masuk kategori merah atau mengkhawatirkan. Hal tersebut terungkap dalam audiensi antara Forum Kesehatan Bersama (FKB) Tangerang Selatan (Tangsel) dengan Ombudsman Republik Indonesia (ORI) Perwakilan Banten, di kantor ORI Perwakilan Banten di Ciracas, Kota Serang Selasa (17/10/2017). “Pelayanan kesehatan di Banten memang hampir seluruhnya dalam kondisi merah, atau mengkhawatirkan,” ujar Ketua ORI Perwakilan Banten, Bambang Poerwanto Sumo.

Hadir dalam audiensi tersebut perwakilan dari masyarakat, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), kader Posyandu, Ikatan Dokter Indonesia dan Ikatan Bidan Indonesia. Menurut dia, peran masyarakat akan semakin kuat dalam perbaikan pelayanan publik di Banten. Oleh sebab itu, ia berharap masyarakat tidak alergi untuk mengadukan maladministrasi yang mereka rasakan. “Adanya Forum Kesehatan di Kota Tangsel ini menjadi sebuah inovasi yang baik. Memang harus ada di masyarakat pejuang-pejuang pelayanan publik,” katanya.

Salah satu perwakilan dari FKB Tangsel, Acho, mengatakan, pihaknya telah melakukan survei terhadap layanan kesehatan di Tangsel. Hasil survei kepuasan masyarakat (SKM), sebagian besar masyarakat menyatakan tidak puas terhadap pelayanan kesehatan di Kota Tangerang Selatan, baik yang diselenggarakan oleh RSUD, Puskesmas dan juga BPJS. Bentuk layanan yang dikeluhkan tersebut didominasi oleh waktu pelayanan, fasilitas penunjang dan sulitnya akses untuk mengadukan pelayanan.

Dari ketiga keluhan tersebut pelayanan yang paling buruk adalah dalam sistem pengaduan. Hal ini mengakibatkan, masyatakat menjadi sulit untuk berpartisipasi dalam memperbaiki pelayanan publik.
“Tdak ada sistem penanganan pengaduan di RSUD dan puskesmas. Kanal ada namun sistemnya tidak ada sehingga untuk penanganan tindak lanjut pengaduan kurang,” ujarnya.

Direktur Eksekutif Pattiro Banten Ari Setiawan menyatakan, kegiafan seperti ini akan dilakukan secara rutin dan berkesinambungan. Ia berharap ORI Perwakilan Banten dapat menjadi mitra dalam gerakan masyarakat tersebut.  “Setelah ini tidak hanya dengan ORI, tapi juga forum akan melakukan pertemuan dengan Dinkes, RSUD, DPRD dan Walikota agar laporan dan usulan rekomendasi ini disepakati dan menjadi bahan perhatian yang harus segera diselesaikan,” tuturnya. (FI)***


Sekilas Info

Uang Rp 60 Juta Milik Panwaslu Digondol Maling

SERANG, (KB).- Kasus pencurian dengan modus pecah kaca terjadi di depan kantor Panwaslu Kabupaten Serang Jalan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *