Selasa, 17 Oktober 2017
Menteri Hukum dan HAM, Yasonna Hamonangan Laoly saat penandatanganan pada acara peletakan batu pertama pembangunan permukiman Pemasyarakatan Ciangir, Rabu (11/10/2017).*

Lapas Ciangir Tampung 5.000 Warga Binaan

TANGERANG, (KB).- Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Yasonna H.Laoly, resmi memulai pembangunan open camp pemasyarakatan Indonesia untuk narapidana yang ditandai dengan peletakan batu pertama di Desa Ciangir, Kecamatan Legok, Kabupaten Tangerang, Rabu (11/10/2017). Secara jangka panjang open camp Ciangir ini diharapkan mampu menampung 5.000 narapidana dari berbagai Lapas yang ada di area Jabodetabek. “Saat ini untuk Jabodetabek dulu, mengingat kapasitasnya hanya 5.000 orang,” ujar Yasonna.

Ia mengungkapkan, kawasan permukiman pemasyarakatan dengan luas 30 hektare itu akan dikembangkan secara bertahap untuk memenuhi kebutuhan warga binaan yang ada. Menurut Yasonna, warga binaan penghuni open camp ini adalah yang masuk program asimilasi. Dan juga termasuk kategori berisiko rendah.  “Tentu ada asassementnya, mereka dalam masa asimilasi dan penilaian berkelakuan baik. Tidak mungkin kalau mereka kabur, maka akan sangat rugi. Karena kan sebentar lagi bebas kalau sudah masuk sini,” ucapnya.

Dengan model open camp tersebut, memungkinkan para napi berinteraksi dengan dunia luar. Namun, mereka harus menahan diri untuk tidak kabur atau nantinya masa tahanan akan lebih berat lagi.
“Mereka harus mampu tahan diri untuk enggak kabur, atau nanti ditaruh di super sel. Karena tetap kami akan pagari,” kata Yasonna.

Ia menambahkan, untuk memanusiakan para napi di dalamnya, Direktorat Jenderal Pemasyarakatan mengusung industri, kreativitas dan kemandirian sebagai kegiatan para napi sehari-hari. Sehingga, di dalam mereka dipersiapkan atau dilatih baik dari segi keterampilan serta kemampuan ekonominya. “Banyak foundation, lembaga keterampilan atau pun perusahaan lain yang kami gandeng untuk membuat pelatihan di dalam. Bahkan ada juga barista yang bersedia melatih mereka,” ucapnya.

Apabila ke luar dari open camp ini, para narapidana bisa langsung berbaur dengan masyarakat. Untuk mendukung itu semua, di area 30 hektare tersebut 5.000 penghuninya akan dilengkapi berbagai fasilitas.  Fasilitas yang disiapkan di antaranya tinggal di rusun, bangunan industri dan pelatihan, fasos/fasum, dapur besar, kantin, permukiman dan rusun petugas, gedung administrasi, serta fasilitas lain.

Target dua tahun

Pembangunan lapas dengan minimum pengamanan tersebut ditargetkan akan selesai pada tahun 2019. “Kita targetkan pembangunan lapas ini selesai pada dua tahun mendatang dengan target di tahun 2019,” ujar Yasonna. Lapas tersebut sangat dibutuhkan untuk melakukan pembinaan karakter pada para warga binaan yang segera bebas dari jeratan hukum. Yasonna menuturkan, open camp ini memberikan makna bahwa negara hadir untuk mereduksi unsur- unsur kejahatan.

Permukiman napi tersebut akan dihuni para napi yang masa hukumannya tinggal enam bulan dan masuk kategori berisiko rendah (low risk) serta napi tahap pembinaan asimilasi yang telah melalui assesment dan dinilai berkelakuan baik. Open Camp Pemasyarakatan Indonesia Ciangir memungkinkan para napi berinteraksi dengan dunia luar. Namun, jangan sampai melarikan daripada masa hukumannya ditambah lebih berat di dalam sel super. Meski hanya berkapasitas 5.000 orang, open camp ini tergolong terbesar di Indonesia sehingga kapasitasnya akan ditambah. Untuk diketahui, dalam acara tersebut turut dihadiri Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy, Wakil Bupati Hermansyah, dan Sekretaris Daerah DKI Jakarta Syaefullah. (DA)***


Sekilas Info

Pendirian Menara Harus Sesuai Prosedur

TANGERANG, (KB).- Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan (Tangsel) menegaskan pendirian Base Transceiver Station (BTS) harus sesuai …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *