Kamis, 19 Oktober 2017

Kunjungan Wisatawan ke Banten Lama Melonjak

Kunjungan wisatawan ke Wisata Religi Banten Lama, Kota Serang selama libur Lebaran Idulfitri 1438 Hijriah melonjak dari tahun sebelumnya, rata-rata per harinya bisa mencapai 3.000 sampai 4.000 pengunjung. Wisatawan yang datang, terdiri dari wisatawan lokal dan nasional. Kepala Bidang Promosi Wisata pada Dinas Pariwisata, Kepemudaan, dan Olah Raga (Disparpora), Nursalim mengatakan, wisatawan yang datang masih didominasi dari pondok pesantren dan masyakat daerah. Kedatangan mereka untuk berziarah di tempat tersebut. “Kami lihat dari bus yang masuk setiap hari itu lebih dari 20 bus, belum mobil pribadi yang masuk ke situ (Banten Lama),” tuturnya, Senin (3/7/2017).

Pada hari biasa, kunjungan wisatawan hanya berada di kisaran 1.000 sampai 2.000. Lonjakan wisatawan sudah terlihat sejak H+1 Idulfitri 1438 Hijriah. Pelonjakan disebabkan oleh panjangnya waktu libur. “Untuk tahun ini, karena liburnya panjang di Banten Lama setiap hari saya amati, bahkan lebih dari tahun sebelumnya, mungkin sehari-hari rata-rata bisa mencapai 3.000 sampai 4.000 orang,” katanya.

Ia menuturkan, selain ke Banten Lama, tempat wisata di Kota Serang yang mulai diminati saat libur Lebaran, yaitu Pulau Burung di Kelurahan Sawah Luhur, Kecamatan Kasemen, Kota Serang. Hanya saja, pengunjung ke tempat tersebut masih dibatasi untuk menjaga habibat burung. “Belum semua diizinkan masuk (ke Pulau Burung) takut mengganggu habitat, barangkali kami akan buat sistemnya seperti apa,” ujarnya.

Saat ini, pihaknya terus berkoordinasi dengan instasi lain terkait penataan di Banten Lama, pengerjaan penataan sudah siap memasuki tahap lelang. “Nanti dinas terkait yang akan melaksanakan seperti dari Disperindagkop (Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan Koperasi), kemudian dari Dishub (Dinas Perhubungan), dan teman-teman lainnya yang akan menata,” ucapnya.

Terpisah, Ketua Komisi II DPRD Kota Serang, Furtasan Ali Yusuf menuturkan, tingginya lonjakan pengunjung ke Banten Lama menjadi nilai tambah bagi keberadaan wisata di Kota Serang. “Banten Lama itu kan sebenarnya sudah menjadi destinasi wisata yang cukup lama dan itu sudah menjadi tradisi kalau habis Lebaran dikunjungi oleh peziarah,” katanya.

Namun, selama ini tingginya kunjungan wisatawan belum sebanding dengan penambahan pendapatan asli daerah. Padahal, harusnya tingginya minat masyarakat berdampak signifikan terhadap pendapatan asli daerah. “Harapannya supaya ada nilai ekonominya, kemudian ada retribusi parkir dan masuk kas daerah, nah itulah yang harus ditata,” ujarnya.

Ia mendorong, agar Pemerintah Kota (Pemkot) Serang berkoordinasi dengan pengurus di Banten Lama terkait retribusi yang harus masuk ke Pemkot Serang. Sistem pembagiannya dapat diatur sesuai dengan kesepakatan. “Dan di Banten Lama itu harus ada kerja sama dengan pihak pemerintah, sistemnya gimana apakah bagi rata atau bagaimana yang penting ada masuk ke Pemkot Serang,” ucapnya.

Selain terkait retiribusi, ia mendorong, agar Pemkot Serang menyediakan penginapan di Banten Lama, keberadaan penginapan akan memudahkan wisatawan dari luar daerah untuk beristirahat, keberadaan wisatawan yang cukup lama di Banten Lama juga akan semakin menggerakkan roda perekonomian masyarakat sekitar. “Kalau ada penginapan itu dampaknya akan sangat terasa bagi perekonomian, sementara ini yang ada mereka hanya transit, dampaknya tidak begitu besar hanya mampu menggerakkan ekonomi dalam sekala kecil,” tuturnya. (Sutisna/”KB”)***


Sekilas Info

Juru Pelihara Khawatirkan Galian di Sekitar Situs Patapan

Situs patapan yang berlokasi di Kampung Patapan, Desa Nagara, Kecamatan Kibin Kabupaten Serang merupakan salah …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *