Sabtu, 18 November 2017
Kontes Kerbau Awali Sawarna Best Festival

Kontes Ternak Awali ”Sawarna Best Festival”

AGENDA tahunan Sawarna Best Festival 2017 yang diselenggarakan selama lima hari akan dimeriahkan berbagai acara. Event wisata yang mengusung tema ‘Sawarna Berwarna’ tersebut melibatkan pihak Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Lebak, Dinas Peternakan Lebak, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Lebak, serta Dinas Koperasi dan UKM Lebak. Festival akan dihelat pada Jumat (13/10/2017) hari ini.

Camat Bayah, Suyanto kepada Kabar Banten, mengatakan, Sawarna Best Festival rencananya dihadiri Gubernur dan Wakil Gubernur Banten serta Bupati dan Wakil Bupati Lebak. Usai kegiatan turnamen sepak bola yang digelar pada Ahad (17/9/2017) hingga Kamis (12/10/2017). Jumat (13/10/2017) hari ini akan diselenggarakan serangkaian acara lainnya, yakni pelayanan kesehatan dan kontes ternak serta sosialiasai upaya khusus sapi/kerbau wajib bunting (Upsus Siwab). “Kalau untuk ibu bupati sudah ada konfirmasi dan akan menghadiri acara pada Sabtu lusa, sementara untuk gubernur sampai sekarang belum ada informasi valid akan hadir atau tidaknya,” katanya.

Berbagai agenda sudah dipersiapkan untuk memeriahkan festival tersebut, antara lain perahu hias, adventur motor kros, perlombaan permainan tradisional, senam massal, jalan santai istigasah, serta doa bersama. ”Sebagai penutup, pagelaran wayang golek Putra Giriharha 3 dalang Ki Dadan Sunandar Sunarya pada Rabu (18/10/2017),” ujarnya.

Terpisah, Kepala Seksi Bina Usaha Dinas Peternakan Kabupaten Lebak, Siti Samsiah menuturkan, kontes ternak kerbau akan diikuti para peternak kerbau dari 28 kecamatan di Kabupaten Lebak dengan masing-masing menampilkan bibit unggul kerbau baik betina maupun pejantan. Penyelenggaraan kontes kerbau tersebut untuk meningkatkan kualitas peternakan kerbau, sehingga bisa menyumbangkan produksi pangan juga pendapatan ekonomi masyarakat.

“Oleh Karena itu, melalui kontes kerbau diharapkan menjaring kerbau induk yang Iayak dikembangkan kelompok percontohan pembibitan kerbau, sehingga ke depan kelompok peternak kerbau tersebut menjadikan sentra bibit kerbau yang dapat menyuplai kebutuhan bibit bagi peternak Iain di Lebak,” ucapnya.

Berdasarkan hasil Sensus Pertanian 2013 di Kabupaten Lebak berada di peringkat keempat nasional dengan jumlah populasi kerbau 34.000 ekor. Bahkan, populasi ternak kerbau di Kabupaten Lebak hampir semua di 340 desa memiliki 2 sampai 4 ekor per rumah tangga peternak. “Kontes kerbau itu untuk mendorong para peternak termotivasi mengembangkan usaha ternak kerbau juga memenuhi swasembada daging,” tuturnya

Kepala Dinas Peternakan Kabupaten Lebak, Ir H Iman Santoso mengatakan, sampai saat ini pola pemeliharaan ternak didominasi usaha peternak berskala kecil dengan karakteristik kepemilikan ternak rendah. Ternak digunakan sebagai tabungan hidup, dipelihara di permukiman padat penduduk dan dikandangkan di belakang rumah mengingat terbatasnya lahan pemeliharaan, sehingga pakan harus dicari di tempat yang jauh dari rumah. “Usaha ternak di Lebak ini biasanya dilakukan secara turun-temurun. Dengan pola bagi hasil, diharapkan berdiri perusahaan kolektif, sehingga tersedia ternak yang berkualitas untuk pemenuhan kebutuhan bahan pangan bagi masyarakat,” katanya. (Dini Hidayat)***


Sekilas Info

Taman Nasional Ujung Kulon, Serasa di ”Amazon”

Bicara soal keindahan alam Banten, memang tidak akan pernah ada habisnya. Destinasi yang akan diceritakan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *