Selasa, 17 Juli 2018

Kondisi Seperti Tahun 60-an, WH Prihatin SDN Sadah

SERANG, (KB).- Gubernur Banten Wahidin Halim prihatin melihat kondisi SDN Sadah yang berlokasi di Desa Kaserangan, Kecamatan Ciruas, Kabupaten Serang, Rabu (29/11/2017). Gubernur melihat SDN Sadah kondisinya masih seperti era tahun 60-an. WH, panggilan akrab gubernur, mengunjungi SDN Sadah dikarenakan sebelumnya melihat video permintaan kunjungan dan keluh kesah dari salah seorang murid sekolah tersebut yang beredar melalui jejaring media sosial dan juga youtube.

Video pendek yang berdurasi sekitar satu menit itu berisi tentang keluh kesah salah seorang murid SD Sadah. Dalam video tersebut, murid yang diketahui bernama Devi Marsa itu menyampaikan isi hatinya tentang kondisi sekolah yang selama ini ditempatinya untuk kegiatan belajar mengajar. Dirinya pun meminta agar Gubernur Banten Wahidin Halim bisa mengunjungi sekolahnya. Video yang diunggah sekitar satu bulan lalu tepatnya pada peringatan Hari Sumpah Pemuda 28 Oktober itu telah ditonton lebih dari 2.000 warganet. Video itu pun mendapatkan respons dan simpati dari masyarakat. Bahkan sampai pula di telinga Gubernur Banten Wahidin Halim.

Wahidin Halim tiba di sekolah tersebut sekitar pukul 09.00, dengan didampingi Asda II Pemprov Banten Ino S Rawita dan juga Rektor Untirta Sholeh Hidayat. Mereka langsung melihat ruang kelas yang memang amat memprihatinkan tersebut. Wahidin mengatakan, kondisi ruang kelas yang ditempati murid SDN Sadah itu sama dengan kondisi sekolah pada tahun 60-an. “Ini zaman tahun 60 tempat saya (Sekolah). Saya tahun 60-an belajar tempat yang kaya begini,” ujar Wahidin di lokasi, Rabu (29/11/2017).

Pada kunjungannya tersebut, dirinya pun memberikan semangat kepada murid-murid agar semangat dalam belajar walaupun kondisi sekolahnya rusak. Sebab menurutnya, dengan bersekolah murid-murid itu bisa meningkatkan pengetahuannya dan juga bisa bermanfaat untuk orang lain. “Mudah-mudahan kamu jadi gubernur. Makanya kamu berjuang terus, karena dengan sekolah kamu bisa meningkatkan pengetahuan. Dengan sekolah kamu bisa bermanfaat bagi orang lain, negara, bangsa dan kedua orangtua. Tetep belajar, jangan karena (sekolah rusak) ini nanti malas sekolah. Tuntutlah ilmu setinggi-tingginya,” katanya.

Menyikapi kondisi sekolah yang memprihatinkan, Wahidin mengatakan akan segera membangun sekolah tersebut dengan terlebih dahulu berkoordinasi bersama Pemkab Serang. Dirinya pun sangat kecewa karena masalah itu menyangkut pendidikan. “Bagi saya masalah pendidikan adalah panggilan jiwa. Saya tidak mau anak-anak Banten merasakan bangunan sekolah yang kurang memadai,” ucapnya.

Walaupun saat ini telah dianggarkan oleh Pemkab Serang untuk pengadaan lahannya, karena memang SD merupakan kewenangan kabupaten/kota. Namun, Pemprov Banten akan tetap membantu memecahkan masalah pendidikan yang ada di kabupaten/kota nya. Bahkan menurut dia, saat ini pihaknya sudah menyediakan dana untuk membangun sekolah yang rusak termasuk dari dana CSR dan hibah.

Namun setelah sampai di SD Sadah, dirinya mendapatkan informasi dari pihak sekolah bahwa sekolahnya itu digusur Pemkab Serang. Akhirnya anak-anak sekolah harus menumpang di madrasah milik yayasan. “Saya langsung menghubungi pihak yayasan untuk membangun madrasah sebagai tumpangan sementara sebelum SDN Sadah selesai dibangun. Tapi pihak yayasan tidak mau karena takut murid SD merasa keenakan menumpang di SDN Sadah, tapi kita akan secepatnya koordinasi dengan komite sekolah kepala desa dan camat” tuturnya.

Segera dibangun

Sementara itu Kepala SDN Sadah Ahmad Hujaeni menyambut baik kedatangan Gubernur Banten tersebut. Bahkan dirinya pun mengaku gembira, sebab sekolahnya segera dibangun. “Tadi meninjau, sekarang saya dipanggil gubernur. Katanya akan dibangun dan saya sekarang dipanggil ke rumahnya. Jadi langsung ditanggapi, dan saya ucapkan terima kasih,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Serang Asep Nugraha Jaya mengatakan, terkait nasib murid di SDN Sadah, Bupati Serang telah memberikan perhatian khusus dan juga sudah memerintahkan untuk segera dibangunkan gedung yang baru. Bahkan, bupati pun sudah sempat mengunjungi para siswa yang saat ini menumpang di madrasah tersebut. Pihaknya pun membantah jika ada pemberitaan yang menyebutkan para murid menempati tempat bekas kandang binatang.

Asep menuturkan, Detail Engineering Design (DED) untuk gedung baru SDN Sadah saat ini sudah dibuat dan tahun ini awalnya telah direncanakan untuk pembebasan lahan melalui APBD perubahan 2017. Akan tetapi terdapat kendala, dimana lahan yang dituju untuk dibebaskan sudah mendapatkan kajian tim appraisal dengan target yang dibebaskan seluas 4.447 meter persegi. “Anggaran yang disiapkan sekitar Rp 1.064.119.500,” ujar Asep melalui siaran persnya. Namun, ujar dia, Disdikbud Kabupaten Serang saat ini sudah mengusulkan agar anggaran yang ada diluncurkan tahun depan. Bahkan lahan baru pun sudah diproyeksikan walaupun tidak seluas lahan sebelumnya. “Insya Allah SDN Sadah akan dibangun tahun 2018,” katanya.(DN)***


Sekilas Info

Jemaah Haji dari Banten tidak Bertambah

SERANG, (KB).- Kasi Pembinaan Haji pada Kantor Wilayah Kemenag Banten, H. Deni Rusli mengatakan, jumlah jemaah …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *