Sabtu, 18 November 2017

Klenteng Boen Tek Bio

Di Jalan Bhakti No. 14, Kelurahan Sukasari, Kecamatan Tangerang, Kota Tangerang terdapat sebuah klenteng bernama Klenteng Boen Tek Bio. Diperkirakan klenteng tersebut berdiri pada 1684 oleh para penduduk Kampung Petak Sembilan secara bersama-sama.

Pada awalnya bangunan dibuat sederhana berpenampilan semi permanen. Ketika awal abad ke-17 kemudian mengalami perubahan seiring dengan ramainya jalur perdagangan wilayah Sungai Cisadane. Perubahan hingga berwujud mewah seperti terlihat saat ini.

Dikutip dari laman kebudayaan.kemendikbud, nama “Boen Tek Bio” memiliki arti secara harfiah, yaitu Boen (benteng), Tek (Kebajikan), dan Bio (rumah ibadah). Secara keseluruhan berarti tempat atau wadah bagi kaum sastrawan yang memiliki kebijaksanaan.

Pendirian Klenteng Boen Tek Bio tidak lepas dari keberadaan orang Tionghoa di Tangerang, dan sejarah Kota Tangerang. Keberadaan orang Tionghoa pertama kali diperkirakan pada tahun 1407 di muara Sungai Cisadane (Teluk Naga).

Orang Tionghoa yang dahulu menginjakkan kaki di Tangerang sebetulnya disebabkan rusaknya kapal mereka, sehingga terdampar di Tangerang. Tujuan keberangkatan mereka yaitu Kota Jayakarta. Kemudian, gelombang kedatangan orang Tionghoa di Tangerang juga terjadi tahun 1740, penyebabnya pembantaian orang Tionghoa di Batavia.

Permukiman yang disediakan oleh Belanda untuk masyarakat Tionghoa saat itu berupa pondok-pondok, sehingga nama permukiman berawalan pondok seperti Pondok Cabe, Pondok Jagung, Pondok Aren dan lain-lain. (Sutisna)***


Sekilas Info

Taman Nasional Ujung Kulon, Serasa di ”Amazon”

Bicara soal keindahan alam Banten, memang tidak akan pernah ada habisnya. Destinasi yang akan diceritakan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *