Selasa, 12 Desember 2017

Kirab Budaya Sedekah Bumi, Semarakan Hari Jadi Indramayu

INDRAMAYU, (KB).- Berbagai hasil bumi dibawa ratusan warga Kabupaten Indramayu dalam kirab budaya sedekah bumi yang digelar dalam rangkaian peringatan Hari Jadi ke-490 Kabupaten Indramayu tahun 2017. Hasil bumi yang dibawa dalam kirab gunungan itu merupakan hasil bumi dari 31 kecamatan. Tidak saja hasil pertanian dari sawah dan kebun, tetapi lebih luas dari itu seperti perikanan, peternakan dan lainnya.

Kirab sedekah bumi ini, juga diiringi dengan berbagai kreasi musik tradisional khas bumi Wiralodra dengan kidung-kidung nostalgia lama. Pesertanya pun mengenakan pakaian khas Dermayon. Rangkaian panjang kirab budaya sedekah bumi dimulai dari GOR Darma Ayu menuju Alun-alun Indramayu melintasi Jalan Jenderal Sudirman.

Bupati Indramayu Anna Sophanah mengatakan, kirab budaya sedekah bumi telah ada sejak lama dan digelar di tiap-tiap desa setiap tahunnya. Untuk lebih menyemarakan tradisi dan budaya desa itu, maka sedekah bumi digelar dengan skala yang lebih besar. Ini juga dimaksudkan untuk lebih menyemarakan rangkaian acara peringatan Hari Jadi ke-490 Kabupaten Indramayu. “Hampir semua desa di Kabupaten Indramayu menjadikan sedekah bumi sebagai agenda tahunan. Selain sebagai wujud rasa syukur, ini juga mengandung makna akan nilai-nilai luhur dalam kehidupan,” ungkap Anna Sophanah, Kamis (5/10/2017).

Di titik akhir perjalanan kirab budaya sedekah bumi, gunungan-gunungan besar hasil bumi itu dikumpulkan dan masyarakat bersama pejabat menggelar doa bersama dengan harapan panen hasil bumi di masa mendatang dapat lebih baik. Doa dan pengharapan rasa syukur atas nikmat dan karunia Tuhan yang Maha Esa dikumandangkan bersama di Alun-alun Kabupaten Indramayu. Di tengah ribuan masyarakat yang hadir, Bupati berpesan agar masyarakat tetap dapat menjaga kelangsungan bumi agar dapat diwariskan pada generasi selanjutnya. “Jangan hanya bisa mengambil manfaatnya saja atas bumi ini. Kita harus bisa menjaga dan melestarikannya,” ajak Bupati.

Berkenaan dengan kirab budaya sedekah bumi, Anna Sophanah berharap, agar hal itu dapat dijadikan sebagai agenda tahunan dan dikemas dengan lebih baik. Dengan demikian, acara tersebut dapat menarik minat wisatawan yang berkunjung ke bumi Wiralodra, terutama ketika merayakan hari jadinya. Sehingga, semarak Hari Jadi Kabupaten Indramayu tidak saja dirayakan oleh warga, tetapi juga wisatawan domestik dari daerah lainnya. (Cipyadi/KC Online)***


Sekilas Info

Mulai Pekan Depan, Museum Gedung Sate Terbuka untuk Umum

BANDUNG, (KB).- Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan  meresmikan Museum Gedung Sate, Jumat 8 Desember 2017 …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *