Rabu, 20 September 2017

Kaum Difabel Butuh Destinasi Wisata Khusus

Perkumpulan Sahabat Difabel Banten (Persada) menggelar uji coba destinasi wisata menuju ramah anak berkebutuhan khusus di Krakatau Jungle Park, Selasa (5/9/2017). Hal itu dilakukan karena minimnya tempat wisata yang menyediakan ruang bagi anak berkebutuhan khusus. Asdep Perlindungan Anak Berkebutuhan Khusus Indra Gunawan mengatakan, kegiatan ini merupakan salah satu dorongan bagi tempat-tempat wisata di Banten agar dapat memberikan ruang khusus bagi para penyandang difabel.

“Diseluruh Indonesia saat ini minim sekali tempat wisata yang menyediakan ruang khusus bagi difabel. Dari banyaknya tempat wisata yang dikembangkan oleh pemerintah,hanya ada 10 yang rencananya akan menyediakan tempat khusus bagi difabel. Ada Danau Toba di Sumut, di Banten juga ada ruang khusus untuk difabel, kalau tidak salah di Tanjung Lesung,” katanya.

Seharusnya, ucap Indra, pengelola wisata harus memberikan ruang khusus bagi penyandang difabel untuk menikmati tempat wisata, karena walau bagaimanapun ABK harus mempunyai tempat dan sama dengan pengunjung wisata lainnya. “Ini yang menjadi PR bagi kami, dan mendorong kepada kementerian pariwisata agar bagaimana tempat-tempat wisata diseluruh Indonesia mempunyai ruang khusus bagi penyandang disabilitas.Sebetulnya memang tidak ada aturannya,namun kami akan mendorong hal itu agar menjadi sebuah aturan, sehingga pemilik tempat wisata menaati aturannya,” ujarnya.

Anak difabel, kata Indra, sama mempunyai hak dengan anak lainnya. Mereka juga ingin tumbuh dan berkembang seperti biasa. Dan saat ini mereka sudah bersosialisasi layaknya anak-anak yang normal. Kami berharap tempat-tempat wisata bisa memperhatikan kebutuhan anak difabel. “Kalau dibilang khusus memang tidak, yang penting ada ruang atau tempat yang bisa ditempatin oleh anak-anak difabel. Artinya, fasilitas-fasilitas yang ada harus memerdulikan anak-anak berkebutuhan khusus,” tuturnya.

Sementara itu Ketua Umum Persada Memi Elmiliasari mengucapkan terima kasih kepada Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak yang sudah memberikan kepercayaan kepada dirinya sebagai pelaksana penyelenggaraan uji coba destinasi wisata menuju ramah anak berkebutuhan khusus di Provinsi Banten. “Yang pertama kami mengucapkan terima kasih kepada Kementerian PP dan PA, dimana kami dipercaya menjadi tuan rumah kegiatan ini. Saya berharap dengan kegiatan ini, kita lebih peduli dan memperhatikan fasilitas yang layak untuk anak berkebutuhan khusus (ABK) di tempat wisata. Selain juga dapat mengajak para pengelola tempat wisata lebih memperhatikan aksebilitas dalam perencanaan fasilitas untuk ABK dan penyandang disabilitas,” ucapnya.

Ia menjelaskan, sebagaimana telah diamanatkan oleh Undang-Undang No. 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas pasal 16 hak kebudayaan dan pariwisata untuk penyandang disabilitas meliputi hak mendapatkan kemudahan untuk mengakses, perlakuan, dan akomodasi yang layak sesuai dengan kebutuhannya sebagai wisatawan. “Artinya ABK pun sama mendapat hak dan perlakuan yang sama. Untuk itu, kami akan terus mendorong seluruh tempat wisata di Banten agar mempunyai ruang khusus bagi difabel,” tuturnya.(Himawan Sutanto)***


Sekilas Info

Aktivitas Sejarah di Perkebunan Cisalak Baru

Perkebunan Cisalak merupakan perkebunan pemerintah di bawah PT Perkebunan Nusantara VIII (PTPN VIII), lokasinya berada …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *