Minggu , Mei 28 2017 9:47 am
Home / SEPUTAR BANTEN / SERANG / Kasus Penjualan Aset Pemkot Rp 2,3 M, Lurah Serang Dijebloskan ke Penjara
lurah serang ditangkap

Kasus Penjualan Aset Pemkot Rp 2,3 M, Lurah Serang Dijebloskan ke Penjara

SERANG, (KB).- Lurah Serang M. Faizal Hafiz dijebloskan ke Rutan Klas II B Serang, Senin (15/4/2017). Ia dijebloskan ke penjara setelah pelimpahan tahap II tersangka dan barang bukti oleh penyidik ke penuntut umum Kejari Serang. Faizal merupakan tersangka kasus dugaan penjualan aset Pemerintah Kota Serang berupa lahan seluas 8.200 meter persegi di daerah Ciracas, Kota Serang tahun 2015. Kasi Pidsus Kejari Serang, Agustinus Olav Mangontan mengatakan, penahanan dilakukan untuk mengantisipasi tersangka melarikan diri, menghilangkan atau merusak barang bukti sesuai dengan Pasal 21 KUHAP. “Tersangka akan ditahan selama 20 hari ke depan di Rumah Tahanan (Rutan) Klas II B Serang,” ujar Olav kepada awak media.

Dia menjelaskan, dalam perkara ini, tersangka diduga telah melakukan tindak pidana dengan mengeluarkan surat kepemilikan tanah atas nama Tb. Syarief Mulia. Padahal, Tb. Syarief sendiri tidak mempunyai tanah 8.200 meter persegi di daerah Ciracas. Selain itu, tersangka menerbitkan surat keterangan tidak sengketa dan surat perubahan tanah SPPT yang dulunya tanah bengkok diubah menjadi tanah milik Tb Syarif. “Atas dasar itulah mejadi persyaratan diterbitkannya akta jual beli. Perannya itu semua kan ada di Lurah Serang. Kalau dia (tersangka) enggak terbitkan, itu semua kan enggak mungkin ada jual beli dan adanya kerugian negara Rp 2,3 miliar menurut perhitungan BPKP,” katanya.

Kasus ini sendiri dikatakan Olav tidak hanya menjerat Faizal sebagai tersangka. Pihaknya juga sedang melengkapi berkas tersangka Tb. Syarief. Pemberkasan terhadap Tb. Syarief sempat terhenti karena adanya gugatan perdata ke Pengadilan Negeri (PN) Serang hingga Mahkamah Agung (MA). Tb. Syarief sebelumnya menggugat Pemkot Serang dengan tergugat Wali Kota Serang Tb. Haerul Jaman. Gugatan tersebut dilayangkan karena ia mengklaim lahan yang dijual kepada Afrizal Munim adalah miliknya. Akan tetapi di tingkat PN Serang hingga Mahkamah Agung gugatan perdata Tb. Syarief ditolak majelis hakim. “Kami sudah terima salinan putusan kasasi perkara tersebut. Setelah ini (penahanan tersangka Faizal) kami akan panggil ulang Tb. Syarief. Kami akan tetap lanjutkan perkara untuk Tb. Syarief,” ucapnya.

Sementara itu, tersangka Faizal terlihat terpukul dengan penahanan yang dilakukan penuntut umum terhadapnya. Bahkan ia sempat menangis setelah berpelukan dengan keluarganya yang menunggu pemeriksaan di ruang pidana khusus. Kepada awak media, Faizal mengatakan tidak bersalah atau melakukan  perbuatan pidana terhadap penjualan lahan tersebut.  “Salah saya apa, saya tidak bersalah,” ujar Faizal dengan terisak seraya menuju mobil tahanan Kejari Serang. Sebelum ditahan, pihaknya telah mengajukan upaya penangguhan penahanan, namun ditolak. “Sudah ada upaya penangguhan penahanan, tapi ditolak. Istri saya habis melahirkan, Pak,” katanya.

Kuasa hukum tersangka, Basuki menyayangkan penahanan kliennya. Menurutnya, kliennya akan kooperatif dan pihaknya akan memberikan jaminan agar tidak ditahan. “Jaminan keluarga dan kami tim kuasa hukum,” katanya. Pada perkara tersebut, menurut Basuki, sangkaan yang ditujukan penuntut umum kepada kliennya tidak benar. Perbuatan yang dilakukan tersangka adalah murni merupakan tugas sebagai pegawai negeri sipil (PNS). “Beliau tidak mengambil kebijakan sendiri. Yang beliau lakukan adalah tugas sebagai PNS dan ada aturannya,” katanya.

Kasubsi Pelayanan Tahanan Rutan Klas II B Serang, Kafi membenarkan pihaknya menerima tahanan tersangka Lurah Serang Faizal. Proses terima tahanan dilakukan sekitar pukul 16.30 dari pihak Kejari Serang. Sebelum dijebloskan ke blok tindak pidana korupsi (tipikor), tersangka dimasukkan ke dalam ruang masa pengenalan lingkungan (mapeling). “Iya benar ada titipan tahanan. Kami terima pukul 16.30 tadi,” katanya. (H-47)*** 

 

Sekilas Info

Bupati Serang Lantik Kepala DPMPTSP dan DPKTBP

SERANG,(KB).- Bupati Serang, Ratu Tatu Chasanah melantik dua kepala OPD, yakni Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *