Selasa, 12 Desember 2017
Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Banten, Eneng Nurcahyati saat memberikan arahan kepada Finalis Kang Nong Banten 2017 di Kantor Dinas Pariwisata Provinsi Banten, KP3B, Kamis (23/11/2017). Sebanyak 32 Finalis Kang Nong Banten 2017 yang mewakili 8 kabupaten/kota tersebut siap melangkah ke babak grand final pada Jumat (24/11/2017) dan grand final akan berlangsung di Plaza Aspirasi DPRD Provinsi Banten KP3B.*

Kang Nong Banten 2017, Disiapkan Jadi Duta Wisata

SERANG, (KB).- Pemilihan Kang Nong Banten 2017 merupakan salah satu upaya pihak Dinas Pariwisata Banten dalam memilih para Duta Wisata. Duta Wisata tidak hanya mengandalakan fisik, tetapi juga wawasan terkait kepariwisatan di Banten.

“Kang Nong Banten 2017 ini bukan hanya menetapkan kang nong dari sisi fisik, tapi juga SDM (sumber daya manusia) dalam mendukung pariwisata juga sangat penting, sehingga menghasilkan kang nong dengan kualitas yang jauh lebih baik,” kata Kepala Dinas Pariwisata Banten, Eneng Nurcahyati, saat konferensi pres kegiatan Grand Final Kang Nong Banten 2017, di Kantor Dispar Banten, KP3B, Kota Serang, Kamis (23/11/2017).

Malam puncak pemilihan duta wisata atau Kang Nong Banten 2017 akan digelar pada Jumat (24/11/2017) di Plaza Gedung DPRD Povinsi Banten. “Akan ditentukan putra dan putri terbaik yang akan mengabdikan dirinya selama setahun ke depan untuk turut memajukan dan mempromosikan kepariwisataan di Provinsi Banten,” ujarnya.

Sebagai Duta Wisata, ucap dia, kang nong juga turut mengawal pembangunan di Provinsi Banten serta terus melakukan inovasi dan kreativitas demi kemajuan pembangunan daerah. “Kang dan Nong Banten nantinya bukan hanya menjadi Duta Pariwisata, tapi juga menjadi duta pembangunan Provinsi Banten serta memiliki kreativitas untuk bisa memacu dirinya memberikan kontribusi bagi daerah,” tuturnya.

Kasi Pengembangan Sumber Daya Manusia Pariwisata Dispar Banten, Rohendi menuturkan, proses pemilihan Kang Nong Banten 2017 kali ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, di mana salah satu tahapannya, para peserta diajak langsung mengenal dan merasakan kehidupan masyarakat Banten di perdesaan tepatnya di Desa Banyu Biru, Kecamatan Labuan, Kabupaten Pandeglang.

“Tujuannya supaya para finalis memahami kehidupan masyarakat Banten, tahap tersebut masuk dalam sesi ‘Aku Menjadi’, agar mereka merasakan bagaimana cara hidup masyarakat di perdesaan,” katanya.
Selain itu, Banyu Biru dipilih sebagai percontohan dalam menggali potensi yang ada di daerah masing-masing, sehingga mampu diangkat menjadi destinasi wisata.

“Desa Wisata Banyu Biru sengaja dipilih untuk memperlihatkan pengelolaan lingkungan yang bisa dijadikan tempat wisata. Semoga di tempat mereka tinggal, bisa menggali potensi tempat asalnya masing-masing,” ujarnya.

Diketahui, pemilihan Kang Nong Banten 2017 diikuti 32 peserta yang mewakili 8 kabupaten/kota di Provinsi Banten. Terdapat 5 tahapan yang harus dijalani para peserta, yaitu aku promosi, aku menjadi, aku mengetahui, aku terpilih, dan aku mengabdi sebagai bentuk tanggung jawab dalam mengemban amanah mempromosikan pariwisata Banten selama setahun ke depan. (RI)***


Sekilas Info

Temuan Baru Makam di Selatan Surosowan Banten Lama

Satu temuan baru di lingkungan Banten Lama beberapa waktu lalu diketemukan berkat informasi masyarakat. Lokasi …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *