Rabu , Juni 28 2017 10:43 am
Home / PENDIDIKAN / Kaji Ulang Full Day School

Kaji Ulang Full Day School

PANDEGLANG, (KB).- Rencana pemerintah pusat memberlakukan full day school atau sekolah delapan jam menuai kritikan dari berbagai kalangan masyarakat. Bahkan, anggota DPR RI asal Jakarta Barat, Dimyati Natakusumah meminta pemerintah pusat untuk mengjaji ulang rencana program tersebut.

“Ya, di semua khalayak sudah menyampaikan penolakan atas rencana sekolah dengan jam belajar full. Khawatir, jika sekolah ini diterapkan akan mengikis kreatif dan aktivitas siswa di sekolah-sekolah madrasah. Ya, persoalan seperti ini harus dipertimbangkan,” katanya kepada Kabar Banten, Jumat (16/6/2017).

Selain tentang berbenturan dengan sekolah madrasah, rencana full day school juga harus dipertimbangkan sisi hak si anak. Karena, usia sekokah dasar itu masih mengakar masa orientasi anak yang serba ingin bermain dan rasa kasih sayang orangtua. Lebih dahulu ada dari program yang sekarang ini. Jika pembinaan karakter, pesantren lebih dahulu.

Full day school

“Nah, kalau si anak itu lama jam belajar di sekolah masuk pagi pulang sore, kapan waktu untuk bisa beraktivitas dengan orangtua dan hal-hal inilah perlu dipertimbangkan,” ujarnya. Belum lagi, lanjut dia, sekolah dengan jam belajar full tersebut gurunya harus sudah siap. Bukan saja guru, namun orangtua siswa juga harus siap dengan ongkos sekolah, karena yang biasanya jam belajar sekolah berakhir pukul 12.00 WIB, dengan program full day school, siswa bisa pulang hingga pukul 16.00 WIB,” ucapnya.

Hal hampir senada dikatakan Ketua Forum Silaturahmi Pondok Pesantren (FSPP), KH. Khozinul Asror, rencana full day school harus ditinjau ulang, karena khawatir akan mengikis keberadaan diniyah di Pandeglang.  Oleh karena itu, pemerintah membatalkan program tersebut, karena namanya pendidikan diniyah sudah lebih dahulu menerapkan sekolah delapan jam. “Saya harap, pemerintah pusat untuk pengkaji kembali kebijakan tersebut,” tuturnya. (H-20)***

Sekilas Info

Full Day School Rugikan Guru Madrasah Diniyah

SERANG, (KB).- Aktivis Mahasiswa dari Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) dan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *