Senin, 11 Desember 2017
Jembatan Gantung Cikuya

Jembatan Gantung Cikuya Diusulkan ke Pusat

PANDEGLANG, (KB).- Sekretaris Komisi III DPRD Pandeglang Muklas Halim mengatakan, untuk pembangunan Jembatan Cikuya, di Kampung Pinggir Kali, Desa Cikuya, Kecamatan Sukaresmi harus diusulkan ke pusat. Sebab, untuk membangun jembatan itu membutuhkan anggaran cukup besar Rp 11,9 miliar.

“Tahun kemarin sudah saya plot untuk diperbaiki, tapi masyarakat lewat Kades Cikuya minta dibangun jembatan permanen, dan tidak lagi jembatan gantung. Usulan itu saya koordinasikan ke bupati dan Dinas PUPR. Hasilnya sudah dilakukan survei awal, hasil surveinya membutuhkan biaya Rp 11,9 miliar. Pandeglang terkena rasionalisasi pengurangan anggaran pemerintah pusat sebesar Rp 188 miliar, sehingga tidak bisa membiayai perbaikan Jembatan Cikuya,” kata Muklas, Jumat (22/9/2017).

Menurutnya, pihaknya telah membawa persoalan tersebut ke Kementerian PUPR dan Kementerian Desa Tertinggal. Sebab, dua kementerian tersebut memiliki rencana strategis. “Kami terus berupaya untuk pembangunan Jembatan Cikuya. Sebab, kalau masyarakat di sana mau jembatan gantung saja tidak jembatan permanen mungkin itu sudah dibangun tahun ini. Sehingga alokasi anggaran untuk jembatan gantung dialihkan ke Desa Bulagor, Kecamatan Pagelaran,” katanya.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Pandeglang Girgiantoro mengatakan, saat ini pihaknya sedang mengusulkan perbaikan jembatan itu ke pusat. “Kita sedang usulkan ke pusat, karena kita keterbatasan anggaran. Mudah-mudahan direspons pemerintah pusat, sehingga tahun depan bisa dibangun. Karena kita usulkan jembatan yang permanen,” ucapnya.

Seperti diberitakan, Jembatan Gantung Cikuya, Kecamatan Sukaresmi, Kabupaten Pandeglang, sepanjang 50 meter dengan lebar 1 meter kondisinya memprihatinkan dan sangat membahayakan warga sebagai penyeberang jembatan. Badan jembatan terbuat dari kayu dan seling atau tali penguatnya dari tambang, dianggap satu-satunya sarana infrastruktur yang menghubungkan dua Kecamatan Patia dan Pagelaran.

Jembatan terletak di KampungPinggir Kali, Desa Cikuya tersebut berada di atas Sungai Cilemer, namun warga tetap memaksakan menyeberanginya, karena dianggap lebih dekat menuju Pagelaran dan Patia.
Meski kehadiran jembatan itu lebih dari 10 tahun, belum pernah mendapat sentuhan pembangunan dari Pemkab Pandeglang. (H-50)***


Sekilas Info

Kantongi 271 Girik, Warga Patok Lahan KEK

PANDEGLANG, (KB).- Kasus dugaan sengketa lahan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Lesung seluas 462 hektare antara …

One comment

  1. Daripada melakukan perbaikan, lebih baik diganti dengan yg permanen. warga sudah menanti sejak lama. apalagi usia jembatan yang sudah menginjak usia 20 tahun,sejak 1997. Setiap ada kerusakan perbaikan hanya dilakukan secara swadaya. Dan perbaikan itu tak akan bertahan lama. Badan jembatan yang terbuat dari papan tentunya tak akan bertahan lama, apalagi dimusim penghujan. kayu cepat rapuh. padahal jembatan gantung tersebut adalah roda perekonomian warga Cikuya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *