Rabu, 20 September 2017
honorer kelurahan

Jadi Korban PHK, Buruh Demo PT Alpachon Velfindo

SERANG, (KB).- Puluhan karyawan PT Alpachon Velfindo melakukan aksi di depan gedung perusahaan yang berlokasi di Desa Majasari, Kecamatan Jawilan, Kamis (18/5/2017). Dalam tuntutan, massa aksi menuntut, agar pihak perusahaan kembali mempekerjakan karyawan yang menjadi korban PHK (pemutusan hubungan kerja) tahun lalu. “Tuntutan kami minta dipekerjakan kembali, kalau misalkan perusahaan tidak bisa mempekerjakan kembali, maka tolong bayar haknya karyawan yang sudah di-PHK sama perusahaan,” kata Korlap Aksi, Sardani kepada Kabar Banten saat ditemui di lokasi aksi.

Ia menuturkan, kasus PHK tersebut sudah berlangsung selama setahun 3 bulan. Namun, sampai saat ini masih belum ada penyelesaiannya. Aksi tersebut, adalah kali kedua. “Bulan Januari kami melakukan aksi mogok kerja, tapi belum ada tanggapan dari perusahaan. Ini aksi yang kedua,” ucapnya. Ia menjelaskan, alasan pihak perusahaan mem-PHK, sebab karyawan yang jumlahnya 150 orang tersebut sudah habis masa kontraknya. Namun, pascadi-PHK, pihak perusahaan tidak mau membayar pesangon untuk para karyawannya tersebut sebagai kompensasi. “Alasan perusahaan sih habis kontrak, sedangkan nota dinas tenaga kerja itu jelas di PT Alpachon ini tidak bisa dikontrak, itu harus dijadikan karyawan tetap. Kami sudah dapat nota dari dinas itu dan langsung tanda tangan gubernur,” ujarnya.

Masa kerja karyawan yang menjadi korban PHK tersebut bervariasi lamanya. Mulai dari 2 tahun, sampai 15 tahun. PHK yang terbanyak dilakukan pada Februari 2016 lalu. “Bervariasi ada yang 2 tahun dan paling lama 15 tahun,” katanya. Ia mengatakan, aksi yang digelar tersebut sudah berlangsung selama tiga hari dan hari ini (kemarin), adalah yang terakhir. Para peserta aksi juga sampai harus menginap di lokasi untuk terus mengawasi. Pada hari kedua lalu, pihaknya sudah sempat melakukan mediasi dengan perusahaan, tetapi pihak perusahaan tetap dengan keputusannya tidak bisa menyelesaikan masalah tersebut. “Aksi ini yang terakhir, karena ini mengatasnamakan masyarakat, jadi ini yang terakhir. Tapi, jika belum ada keputusan dari perusahaan kami mungkin lanjut hari Senin,” ujarnya.

Jika kemudian tuntutannya tak juga dipenuhi, pihaknya menjanjikan akan menurunkan masa dengan jumlah yang lebih besar. “Bila perlu kami tutup PT Alpachon, buat apa ada perusahaan di Majasari, sedangkan tidak ada gunanya, mending kami tutup bareng-bareng,” ucapnya. Kepala Seksi Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industri Disnakertrans Kabupaten Serang, Tubagus Ana Supriyatna menuturkan, sudah berupaya untuk menangani perkara tersebut. Bahkan, ia sudah beberapa kali mempertemukan kedua belah pihak untuk melakukan audiensi. Namun, tetap tidak ada penyelesaian. Saat dilakukan beberapa kali mediasi, pihak buruh dan perusahaan tidak bisa menyediakan data lengkapnya. (H-48)***


Sekilas Info

Bupati Akui Ada Keterlambatan Penanganan, Rehab SDN Bugel Capai Rp 578 Juta

SERANG,(KB).- Anggaran rehab tiga ruang kelas rusak SD N Bugel, di Desa Pasir Limus, Kecamatan Pamarayan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *