Sabtu, 18 November 2017

Jabat Rektor Unbaja, Sudaryono Siap Kejar Prestasi

SERANG, (KB).- Setelah dilantik menjadi Rektor Universitas Banten Jaya (Unbaja), Dr. Sudaryanto siap meningkatkan prestasi akademik. Selain itu, ia juga berkomitmen untuk melanjutkan program-program yang sudah berjalan dengan baik, didukung dengan penguatan lembaga.

Hal itu disampaikan Dr. Sudaryono saat pisah sambut di Auditorium Universitas Banten Jaya, Kota Serang, Senin (13/11/2017). Turut hadir Ketua BPH Yayasan Banten Jaya (berkarakter) Drs. H. Halili, Ketua Yayasan H. Suba’i, dan rektor sebelumnya Prof. Herman.

”Tentu saja kita harus melanjutkan dan meningkatkan prestasi yang telah diraih selama kepemimpinan Prof. Herman, baik itu akreditasi maupun kinerja akademik dan penguatan lembaga,” ujar Sudaryono yang akan menjabat selama periode 2017-2021.

Ia juga mengajak dan mendukung seluruh civitas akademika Unbaja untuk bersama-sama membangun kampus tercinta. Dr. Sudaryono menggantikan Prof. Herman Haeruman sebagai rektor periode 2013-2017. Sudaryono resmi dilantik pada tanggal 6 November lalu sekaligus peresmian gedung baru di Cipocok Jaya.

Rektor periode 2013-2017 Prof. Herman mengatakan, selama menjabat menjadi Rektor Unbaja ada sisi lain yang ia dapatkan. Terutama suasana kekeluargaan yang begitu hangat di lingkungan kampus yang juga bersahabat. Menurutnya, kondisi tersebut memudahkan dirinya untuk bekerja sebagai tim.

Unbaja yang berdiri sejak tahun 2011 merupakan penggabungan STMIK dan STT Banten Jaya serta ditambah 1 Fakultas yaitu Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP). Unbaja berkembang cukup pesat di Kota Serang dengan jumlah mahasiswa yang relatif cukup banyak.

Unbaja saat ini memiliki 11 Program studi, yaitu Teknik Informatika, Sistem Informasi, Komputer Akuntansi, Teknik sipil, Teknik Lingkungan, Teknik Industri, Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, Pendidikan Bahasa Inggris dan Pendidikan Akuntansi. Sebelumnya, Rektor Unbaja pertama yaitu Prof. Yoyo. Sepeninggalan Prof. Yoyo, Unbaja dipimpin rektor Prof. Herman Haeruman. (DE)***


Sekilas Info

“Sepatu Orang Lain” Buku Karya Wanita Banten Dibedah di Swiss

Kita hanya mampu membeli tas tangan seharga lima ratus ribu rupiah. Ketika kawan kita membeli …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *