Kamis, 19 Oktober 2017

Ifro Ummi (Siswi MAN 1 Kabupaten Serang): Berkat Alquran, Selalu Dapat Beasiswa

“Subhanallah, orang yang mengagungkan dan mensyiarkan Alquran akan diagungkan dan ditingkatkan derajatnya oleh Allah SWT.”  Itulah sepenggal kalimat yang diucapkan qariah muda asal Ciruas Kabupaten Serang. Ifro Ummi, namanya. Dengan menggunakan pakaian muslimah berwarna merah, gadis yang amat mencintai lagam indah ayat Alquran itu berbagi cerita. Saking cintanya akan nada-nada merdu yang dilantunkan oleh qari dan qariah, membuatnya tertarik untuk mendalami semua hal yang berhubungan dengan tilawatil Quran. Bahkan ia sampai rela berlatih setiap malam, tanpa pernah merasa lelah.

Namun memang dalam dunia ini berlaku hukum sebab akibat yang tak akan saling mengkhianati. Siapa menanam kebaikan maka kebaikan pula yang akan dipetiknya. Setidaknya itulah yang dirasakan oleh putri pertama dari tiga bersaudara pasangan suami istri Abdul Rois dan Rokhilah.  Berkat suara merdu dalam melantunkan bacaan ayat suci Alquran yang telah menelurkan puluhan prestasi, akhirnya selama sekolah dirinya mendapatkan beasiswa. “Selama sekolah beasiswa terus. Alhamdulillah, paling biaya pribadinya untuk LKS dan seragam sekolah. Kalau untuk yang lainnya sudah ditanggung pemerintah. Insya Allah nanti kuliahnya juga bisa beasiswa,” ujarnya saat ditemui di rumahnya yang berlokasi di RT 002/RW 002, Kampung/Desa Pelawad, Kecamatan Ciruas, Kabupaten Serang.

Ia mengatakan, sudah sejak kelas 5 SD belajar menjadi qariah, dengan bimbingan kedua orangtuanya, dirinya pun terus belajar. Namun kemudian baru pada kelas 6 SD kedua orangtuanya menyadari jika buah hatinya tersebut berbakat.  Kedua orangtuanya memang sempat bercita-cita menjadi qari, namun akhirnya cita-cita itu diturunkannya pada buah hati pertamanya tersebut.  “Semuanya karena dorongan orangtua, mereka ingin banget jadi qariah. Mereka kemudian mengajarkan lagam-lagam tilawatil Quran ke saya,” ucapnya.

Selain adanya dorongan dari orangtua, dirinya pun termotivasi karena sering mendengarkan murotal, baik yang dibacakan qari nasional maupun internasional. Mendengarkan murotal sudah menjadi hobinya dan tidak dapat dipisahkan dari dirinya. Dari lagam-lagam di murotal itu juga dirinya banyak belajar.  “Dari situ ngambil variasi dan lagam-lagam yang dipelajari, enggak harus dari orangtua, tapi dari media juga bisa bermanfaat,” tuturnya.

Gadis cantik kelahiran 16 Mei tahun 2000 itu mengatakan, sejak masih duduk di sekolah dasar dirinya sudah mulai ikut acara tilawatil Quran. Sampai akhirnya ada tawaran-tawaran untuk ikut lomba setelah duduk di bangku MTs.  Ketika ditanya jumlah prestasi yang diraihnya, sambil malu-malu ia menjawab bahwa sampai hari ini ia duduk di bangku kelas 2 Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Ciruas, sudah lebih dari 30 prestasi yang diperolehnya. Sebagian simbol prestasinya itu berjejer rapi di sebuah lemari di ruang tamu rumahnya.  “Sejak MTs sampai sekarang ada sekitar 30 lebih prestasi, kalau piala yang di rumah beberapa saja. Sisanya di sekolah, karena memang mewakili sekolah ikutnya dan semua pialanya ada di sekolah. Paling saya ambil piagam dan sertifikatnya,” tuturnya.

Berkat prestasinya itu, gadis yang bercita-cita menjadi seorang bertitel Sarjana Quran (SQ) itu pun mengaku sudah bisa menjadi lebih mandiri. Bahkan ketika ia mendapatkan sejumlah uang dari hasil lombanya, tak jarang diberikan kepada kedua orangtuanya. Sebab, bagaimanapun kedua orangtua adalah yang paling berjasa untuknya. “Hikmahnya karena sering ‘ngari’ dan jadi vokalis marawis, enggak nyusahin orangtua. Malah bisa kasih juga buat orangtua kalau dapat dari perlombaan,” katanya.

Dikatakan Ifro, dari sekian banyak prestasi yang diraihnya, penghargaan tertingginya adalah menjadi juara dalam cabang syarhil Quran se-Jabodetabek beberapa tahun lalu. Dirinya memang sangat menguasai dalam bidang qariah, marawis dan juga syarhil, sehingga dalam lomba di manapun kerap kali mendapatkan juara.  “Terus kemarin yang baru juga juara ketiga, waktu MTs juga banyak juara Aksioma karena itu memang diadakan dua tahun sekali. Terus juara satu di Pondok Pesantren Ardariyah. Yang terbaru ini juga saya masuk final lomba dai di acara Wahidin Cup. Nanti final doakan yah,” ujarnya.

Setelah sekian banyak prestasi di tingkat sekolah, Provinsi Banten sampai wilayah Jabodetabek, dirinya masih terus berusaha untuk mewujudkan mimpinya meraih juara di tingkat nasional. Bahkan kedepan dirinya pun ingin membuat tempat pelatihan membaca Quran bagi anak-anak yang berbakat dan tentunya memiliki minat di bidang itu.  “Kalau memang ilmu saya bermanfaat, saya ingin ngajar juga yang berbakat. Sebab memang suara itu anugerah, enggak semua orang punya. Pengen betul mendirikan Taman Pendidikan Alquran (TPQ),” tuturnya.(Dindin Hasanudin)***


Sekilas Info

Sinergi Aksi Kemanusiaan Arus Mudik 2017

Dalam upaya membantu kelancaran para pemudik yang akan berlebaran di kampung halamannya, anggota Pramuka dari …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *