Sabtu, 18 November 2017

Hebat, Anak-anak Difabel Pamerkan Lukisan & Fotografi

PULUHAN lukisan dan karya fotografi yang dipamerkan di Museum Negeri Banten, Jumat (10/11/2017) sekilas tak ada yang berbeda. Namun, siapa sangka lukisan-lukisan tersebut ternyata merupakan hasil goresan cat anak-anak difabel. Lukisan dengan berbagai macam gambar dan makna itu terpampang dalam rangka memperingati Hari Pahlawan 10 November 2017. Lukisan dan fotografi dipamerkan dengan berbagai macam tema, mulai dari tema perjuangan hingga lukisan keindahan alam Indonesia. Lukisan tersebut terlihat menarik dan unik. Tak kalah dengan buatan tangan-tangan terampil para seniman lukis.

”Kita mengambil momen Hari Pahlawan bukan hanya tentang perjuangan para pahlawan dan sejarah merebut kemerdekaan. Hari ini pahlawan kita adalah mereka yang berprestasi, dan anak-anak difabel yang mempunyai potensi untuk dalam mengembangkan bakat mereka seperti dalam melukis,” kata Ketua Perkumpulan Sahabat difabel (Persada), Memi Emiliasari, di Museum Negeri Banten, Kota Serang.

Memi mengatakan, anak-anak berkebutuhan khusus merupakan calon pahlawan. Mereka punya karya yang patut dibanggakan dan terbukti berprestasi dengan banyaknya anak berkebutuhan khusus mengikuti perlombaan dan mendapatkan penghargaan. ”Sebenarnya anak-anak berkebutuhan khusus ini bisa memiliki prestasi, walaupun dilihat dari luar mereka memiliki kekurangan, dengan terus dibimbing dan terus dilatih. Mereka bisa berprestasi dan mempunyai potensi, sama dengan anak-anak lainnya. Dan prestasi anak-anak berkebutuhan khusus sangat membanggakan,” katanya.

Ia menuturkan, sederet lukisan dan hasil fotografi yang terpampang mengelilingi ruang utama museum tersebut akan dibuka untuk umum dari 10-19 November 2017 ke depan. Selain melihat, pengunjung yang tertarik pada lukisan tersebut bisa membelinya. ”Pameran ini dibuat untuk menunjukkan kepada publik anak-anak difabel memiliki potensi yang besar serta perlu terus diasah dan dibina. Adapun lukisan yang dijual di pameran ini, hasilnya akan diberikan pada pembuat karya, bukan untuk kita.

Anak-anak difabel perlu mempunyai ruang dan kesempatan untuk mengekspresikan kreasi imajinasi mereka melalui lukisan yang indah,” tuturnya. Sementara itu, Wali Kota Serang Tb. Haerul Jaman mengapresiasi hasil lukisan anak-anak difabel tersebut karena dengan keterbatasan mereka bisa membuat karya yang sangat luar biasa. ”Pameran ini sangat bagus untuk perkembangan mental dan kepercayaan diri anak-anak difabel. Mereka juga mempunyai hak yang sama dengan anak-anak lain. Dengan ini, anak-anak difabel akan lebih merasa mendapatkan perilaku yang sama dengan anak-anak normal pada umumnya. Selain itu, kreativitas anak-anak pun akan semakin terasah,” ujarnya. (DE)***


Sekilas Info

“Sepatu Orang Lain” Buku Karya Wanita Banten Dibedah di Swiss

Kita hanya mampu membeli tas tangan seharga lima ratus ribu rupiah. Ketika kawan kita membeli …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *