Rabu , Juni 28 2017 10:40 am
Home / RAMADHAN / Hasbi Sidik (Anggota DPRD Kota Cilegon): Jadikan Mengaji sebagai Hobi

Hasbi Sidik (Anggota DPRD Kota Cilegon): Jadikan Mengaji sebagai Hobi

HOBI merupakan salah satu kegemaran yang dimiliki setiap orang, baik itu hobi dalam bidang olah raga, seni, atau hobi mengoleksi sejumlah benda menarik, maupun kegiatan positif lainnya. Akan tetapi, tidak banyak yang mampu menjadikan mengaji sebagai salah satu hobi yang notabene merupakan kegiatan yang banyak manfaat dan meraih pahala.

Namun, bagi Hasby Sidik yang kini duduk sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Cilegon (Ketua Fraksi Partai Gerindra), mengaji menjadi salah satu hobinya. Kesenangan mengaji sudah dijalaninya bertahun-tahun. Bahkan, hal itu yang membuatnya mampu menguasai beberapa lagu dalam membaca Alquran.

“Saya sih tidak pernah mendalami secara serius dunia qari ini. Artinya, tidak sampai menggeluti ingin jadi qari. Tapi sampai sekarang hobi saya memang mengaji, sampai sekarang tidak pernah berhenti belajar qari dan mengikuti perkembangannya. Karena lagu dalam qari itu terus berkembang, dan saya pelajari terus itu,” ujarnya kepada Kabar Banten.

Meski begitu, Sekretaris Komisi I DPRD Kota Cilegon ini pernah mengikuti beberapa kompetisi Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ), bahkan hingga menjadi juara pada beberapa ajang. Pada tahun 2004 di Kota Cilegon dirinya menempati peringkat kedua, kemudian di Kabupaten Lampung Selatan, Indramayu, Sumedang, hingga Kota Bandung.

“Saya dulu memang sering diundang ke beberapa daerah. Jadi suka ikut ke daerah-daerah lain. Tapi masa puncak saya cuma setengah tahun saja, karena sibuk kuliah. Sempat MTQ, tapi akhirnya saya kuliah di Bandung dan terjun di pembinaan Iqra Bandung, kenal qari nasional hingga internasional,” tuturnya.

Di sana, ia banyak belajar, terutama mendengarkan dan sempat di Masjid Agung Bandung. Selebihnya banyak dengar dari guru-guru. Ia menceritakan bahwa dirinya sempat belajar mengaji di Kubang Welut, Citangkil, dengan berjalan kaki sejauh 1 km. Ia mengatakan, meski pada saat di tempat mengaji dirinya belum bisa, namun saat diperjalanan pulang ia mampu menguasai apa yang diajarkan guru ngajinya.

“Kalaupun saya tidak bisa di tempat pengajian, kalau saya ikuti rel itu sampai rumah pasti bisa. Mungkin karena bakat saya sudah ada, karena saya dilahirkan dari guru ngaji jadi dari kecil memang dididik. Makanya, saya cepat adaptasi mendengarkan lagu-lagu, dari tujuh lagu saya alhamdulillah sudah bisa semua,” ucapnya.

Baginya, yang paling berkesan adalah mampu menolong orang, karena tilawatil Quran itu langka. Bahkan, dulu saat menjadi mahasiswa ia sempat diundang ke beberapa acara, untuk membaca Alquran.
“Dulu itu saya memang sering diundang ke beberapa acara. Alhamdulillah dari itu saya jadi ada penambahan pemasukan untuk biaya kuliah. Sampai sekarang saya juga masih sering diundang untuk membaca Alquran ke beberapa acara. Namun bedanya, sekarang saya tidak pernah minta bahkan saya dikasih uang pun tidak mau. Saya murni ingin menolong saja. Alquran itu mukjizat bagi saya. Jika tidak dikaruniai bisa membaca Alquran, saya tidak akan seperti sekarang ini,” ucap Hasby. (Yandri Adiyanda)***

Sekilas Info

Sinergi Aksi Kemanusiaan Arus Mudik 2017

Dalam upaya membantu kelancaran para pemudik yang akan berlebaran di kampung halamannya, anggota Pramuka dari …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *