Selasa, 17 Oktober 2017

Guru Ngaji Diduga Cabuli Murid, Rumah Mertua Diamuk Warga

SERANG, (KB).- Rumah mertua seorang guru ngaji di Kampung Sukadamai, Desa Malabar, Kecamatan Bandung menjadi sasaran amukan warga, Senin (24/7/2017). Murka warga tersebut dipicu karena guru ngaji berinisial B itu diduga mencabuli dua muridnya yang masih remaja. Kanit Reskrim Polsek Pamarayan Ipda Teguh mengatakan, saat ini pelaku melarikan diri. “Ya, benar itu perusakan rumah, itu awalnya dari kasus sodomi sehingga rumahnya dirusak,” ujarnya.

Pihaknya pun sudah menerima laporan tersebut, dan sudah mengecek ke lokasi kejadian. Saat ini, kasus tersebut masih dalam tahap penyelidikan. “Itu kan masih lidik, kita sudah cek TKP dan terima laporan itu saja,” katanya. Camat Bandung, Subur Supriyanto menyayangkan peristiwa tersebut terjadi di wilayahnya. Ia meminta warga untuk menyerahkan kasus tersebut kepada aparat hukum.

“Kemudian juga saat ini (kasus pencabulan) sedang ditangani oleh Polres Serang, tentunya kami berharap kepada korban dan keluarga menyerahkannya ke proses hukum. Kemarin itu terpancing beberapa pemuda dan saya menyayangkan juga, tidak lantas harus terjadi perusakan rumah juga. Kami menyayangkan juga kasus dugaan pencabulan terhadap korban itu. Sementara sekarang pelakunya kabur sudah sekitar seminggu,” ucapnya.

Oleh karena itu, dirinya berharap ke depan situasi bisa lebih kondusif dan kasus dugaan pencabulan tersebut bisa segera mendapatkan kejelasan.  “Ini masih pengembangan, artinya kejadian perusakan itu enggak semua warga ikut. Jadi itu spontanitas, yang dirusak itu bukan rumah pelaku tapi rumah mertua. Kalau rumahnya itu punya mertuanya. Jadi kena sasaran warga lah barangkali,” tuturnya.

Warga Kampung Sukadamai, Desa Malabar, Kecamatan Bandung, Supri mengatakan, aksi tersebut merupakan luapan kekesalan warga karena aksi bejat yang dilakukan oleh guru ngaji terhadap dua orang warganya. “Kami sudah lapor ke yang berwajib sekitar 2 mingguan, tapi belum ditangkap juga pelakunya,” kata seorang warga, Supri kepada Kabar Banten saat ditemui di lokasi.

Ia menjelaskan, pelaku tersebut merupakan warga pendatang dari daerah Malingping. Pelaku tinggal bersama seorang anaknya, sedangkan istrinya sedang berada di Arab Saudi untuk bekerja menjadi TKW. Sehari-hari dirinya beraktivitas sebagai guru ngaji anak-anak yang ada di lingkungan sekitarnya.
“Yang di sini ada mertuanya juga, pas kejadian rumahnya sudah kosong,” ucapnya.

Selama ini ia tak menaruh curiga terhadap pelaku. Sebab, dalam aktivitas sehari-hari pelaku kerap ikut berbaur dengan masyarakat sekitar. Perilaku yang diperlihatkannya pun selalu santun. Pelaku sudah tinggal di Malabar sekitar 3 tahun silam. “Enggak pernah ada yang aneh, cuma kalau ada pengajian dia enggak pernah nimbrung sama tokoh saja,” tuturnya.

Sampai saat ini, murid yang telah menjadi korban aksi bejatnya tersebut berjumlah dua orang. Untuk melancarkan aksinya, pelaku mengiming-imingi korban akan diberikan ilmu cahaya Nabi Yusuf. Karena masih berusia remaja dan mudah terpengaruh dengan iming-iming, akhirnya korban berhasil diperdaya.  “Itu ada yang 2 kali dan ada juga yang 10 kali dilakukannya. Ketahuannya anak-anak ini ngadu ke orangtuanya dan terus terang bilang kalau sakit,” ujarnya.

Warga lainnya Erwin mengatakan, aksi bejat tersebut sebenarnya sudah terjadi cukup lama namun baru diketahui belakangan ini. Karena adanya perilaku itu, warga sekitar menjadi marah dan melampiaskan pada rumah pelaku. “Itu rumah sebenarnya dibangun sama pemuda di sini juga, karena kita enggak tahu akhlaknya begitu,” ucapnya. Ia berharap penegak hukum mengadili pelaku seadil-adilnya.
“Pengen keadilan tuntas biar tenang masyarakat. Dia itu biasanya ngajar ngaji setiap Senin malam. Masyarakat juga sudah ngomong baik-baik tapi enggak bisa, malah sekarang kabur entah ke mana,” katanya. (H-48)***


Sekilas Info

Sungai Cibanten Jadi Lautan Sampah

SERANG, (KB).- Sungai Cibanten di Kampung Kroya, Kelurahan Kasunyatan, Kecamatan Kasemen, Kota Serang menjadi lautan sampah. …

One comment

  1. korban pertama yg berinisial N sudah melaporkan kasus ini kepolisi cuma buktinya kurang kuat gara2 hasil visumnya negatif jd warga meminta tolong kepada tokoh masyarakat setempat untuk meminta tolong supaya korban kedua mau melaporkan kasus ini kepolisi namun keluarga korban kedua menolak dengan alasan malu,padahal si korban sendiri ingin si Abidin yg berkedok ustad ini bisa di tangkap dan di adili,mungkin karena masih ada kaitan keluarga antara si abidin dan si korban kedua ini,tapi warga ingin si keluarga korban kedua melaporkan kasus ini karena warga takut jika abidin tidak di tangkap pasti akan ada korban2 selanjutnya dan warga pun berpikir ini kejahatan harusnya di laporkan ke yang berwajib bukan malah keluarga mnutup2i seolah tidak terjadi apa2 dr situlah warga geram ,jd rumah abidin yg di bangun oleh mertuanya sekaligus yg di bangun oleh pemuda ini di obrak abrik warga hingga hancur.semoga pelaku pelecehan sexual ini bisa cepat di tangkap dan di adili

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *