Sabtu, 16 Desember 2017

Gedung DPRD Lebak Bekas Pusat Administrasi Kontrak Perkebunan

Bangunan Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Lebak di Jalan Abdi Negara Nomor 8, Rangkasbitung, Kabupaten Lebak ini termasuk kedalam bangunan tua di kabupaten ini. Usianya diperkirakan sudah mencapai 85 tahun sejak dibangun tahun 1932. Dari usianya, bangunan ini telah mengalami peralihan fungsi.

Dalam sejarah, bangunan yang berdiri masa Pemerintah Belanda ini dahulunya diberi nama Contrakten Administrative. Fungsinya sebagai pusat pengurusan administrasi dalam penyelesaian kontrak-kontrak perkebunan di wilayah administrasi Banten Kidul. “Namanya Contrakten Administrative,” kata Direktur Banten Heritage, Dadan Sujana kepada Kabar Banten, kemarin.

Bangunan yang memiliki luas kurang lebih 165 meter ini berhubungan dengan banyak perkebunan di wilayah Lebak. Perkebunan jejak Belanda yang masih terlihat sampai saat ini di antaranya perkebunan karet dan sawit di wilayah Lebak bagian selatan. Rata-rata kebun yang dahulunya milik perusahaan perkebunan Pemerintah Belanda kini berubah menjadi BUMN.

Dalam salah satu sumber disebutkan, pembangunan ini juga diaktifkan dengan mulai berkembangnya sistem tanam paksa di Indonesia, tidak terkecuali Kabupaten Lebak. Sistem ini digagas oleh Komisaris Jenderal Hindia-Belanda bernama Johannes van den Bosch. Setelah itu, sistem ini menjadi pola eksploitasi yang paling mengerikan sepanjang penjajahan di nusantara.

Diketahui, pola ini juga banyak dikritik oleh Eduard Douwes Dekker melalui buku Max Havelaar. Pria kelahiran Amsterdam, Belanda, 2 Maret 1820 ini banyak mengkritik pola penjajahan Belanda kepada pribumi. Ia banyak menceritakan bagaimana tanam paksa itu dilakukan tanpa rasa kasihan. Kerasnya jajahan Belanda kini dapat dikenang melalui gedung tersebut. Untuk pelestarian, gedung ini juga telah diregistrasi menjadi salah satu cagar budaya yang dilindungi Badan Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Banten. Melalui keputusan ini, bangunan berada dalam pengawasan penuh agar tidak dirusak. “Sudah menjadi cagar budaya, hanya saja belum ditingkatkan,” tuturnya. (Sutisna/”KB”)***


Sekilas Info

Wisata Religi Dalem Wong Sagati

Umat Islam di berbagai penjuru dunia sangat bersuka cita dengan masuknya bulan Rabiul Awwal, atau …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *