Kamis, 19 Oktober 2017

Galih Nur Rizky Peraih Medali Olimpiade Matematika India, Mampu Kupas Rumus Matematika dalam 3 Jam

MURID SD Al-Azhar 10 Serang, Galih Nur Rizky menjadi salah seorang peraih medali perak pada Olimpiade Matematika di India International Mathematical Competition (InIMC) yang dilaksanakan di City Montessori School, RDSO Campus, Lucknow, India. Bersama 12 murid delegasi Indonesia lainnya, Galih salah seorang putra Banten yang telah berhasil menyabet prestasi tersebut. Matematika menjadi salah satu mata pelajaran yang sangat disukainya sejak duduk di bangku kelas 2 SD. Setiap harinya, ia sering berlatih mengisi soal-soal matematika dari buku-buku yang dimilikinya. “Paling banyak buku-buku olimpiade matematika. Kalau matematika itu ga repot-repot mikirnya, kan ga usah di hafalin,” katanya saat ditemui Kabar Banten di SD Al-Azhar 10 Serang, Rabu (2/8/2017).

Ia menuturkan, selain sering mengerjakan soal-soal matematika di rumah, setiap harinya mengikuti les matematika. “Paling seneng itu kalau mengisi soal-soal geometri. Kalau les itu cuma 2 jam, tapi di rumah paling baca-baca dan mengisi soal buku olimpiade aja. Kadang bisa sampai jam 9 atau 10 malam,” ujarnya. Selain mengisi soal-soal matematika tingkat SD, ucap dia, mampu mengerjakan soal-soal matematika di tingkat SMP maupun SMA.

Menurut dia, matematika selalu membuatnya penasaran untuk segera diketahui jawabannya. “Kalau belum lihat soalnya, ga mau sarapan. Kalau sudah bisa isi soal-soal matematika baru mau makan,” tuturnya. Murid yang bercita-cita menjadi profesor tersebut menjelaskan, saat pelaksanaan lomba di City Montessori School, RDSO Campus, Lucknow, India, pesaing terberatnya, yaitu pelajar yang berasal dari Hong Kong. “Dari Hong Kong itu sekolahnya khusus jurusan matematika, jadi itu lawan terberat,” tuturnya.

Sementara, Koordinator Lomba SD Al-Azhar 10 Kota Serang, Dail Ma’ruf menjelaskan, Galih mampu mengerjakan soal matematika dalam waktu cepat. Dari soal yang biasanya dapat dipecahkan dalam sebulan, ia mampu mengupasnya dalam waktu 3 jam. “Galih itu kalau termasuk cepat dalam menjawab soal-soal matematika,” katanya. Saat ini, lanjut dia, Galih sudah memiliki ratusan piala yang terpampang di sekolah maupun di rumahnya. Sejak masuk ke SD Al-Azhar 10 Serang, Galih sering mendapatkan berbagai macam penghargaan dari mata lomba, salah satunya matematika. “Ini sudah ketiga kalinya Galih lolos ke tingkat internasional,” ujarnya.

Tidak hanya itu, di mata Pembina dan Pelatih Les Matematika SD Al-Azhar 10 Serang, Dasep Suratman menuturkan, Galih merupakan murid yang sangat jenuis dibandingkan teman-teman lainnya. Ia sangat mudah memahami konsep dan memiliki ide kreatif untuk menjawab soal-soal matematika. “Galih itu punya metode sendiri kalau menjawab soal matematika. Walaupun metodenya berbeda dengan guru, tetapi jawabannya atau angkanya sama dengan yang diberikan guru,” tuturnya.

Ia berharap, dari penghargaan yang didapatnya tidak membuatnya sombong dan tetap bersyukur atas prestasinya. “Guru-guru pun berharap, Galih dapat memilih SMP terbaik di Indonesia, karena prestasinya sudah sampai tingkat internasional,” ucapnya. Orangtua Galih, Etika Yani mengatakan, tidak menyangka dengan prestasi yang dicapai anaknya. Sebelumnya, Galih mengatakan, dari 15 soal hanya terisi 14 soal saja, sementara satu soalnya baru diketahui caranya setelah lomba selesai. “Habis Salat Subuh saya mendapat pesan dari Galih kalau dia dapat perak,” tuturnya.

Kesehariannya, ia menjelaskan, Galih seperti anak-anak biasa yang suka bermain dan sedikit pendiam. Di rumah juga dia termasuk anak yang mandiri, penurut, dan senang melukis. “Di rumah saja sudah ada 3 lemari yang isinya piala-piala Galih, kalau dihitung kali udah ada 500 lebih,” katanya. Ia berharap, Galih bisa mendapat beasiswa, menjadi anak yang berhasil. “Dari kelas satu SD itu udah dapat renking satu terus, kemudian saya ikut sertakan lomba matematika. Alhmdulillahnya, dapat juara terus, sampai akhirnya dapat rekomendasi untuk ikut les di salah satu gurunya. Sampai sekarang Galih tetap mempertahankan prestasinya dan mudah-mudahan sampai seterusnya,” ucapnya. (Tresna Mulyana/”KB”)***


Sekilas Info

Ponpes Daar El Qolam Gelar Pra Milad, Pesantren Harus Maju dan Berkembang

RATUSAN alumni Pondok Pesantren Daar El Qolam, Gintung, Jayanti, Tangerang menggelar pra milad pondok pesantren …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *