Selasa, 17 Oktober 2017

Dugaan Korupsi Puskesmas, Auditor BPKP Klarifikasi Kerugian Negara

SERANG, (KB).- Tim auditor dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Banten mengklarifikasi sejumlah saksi dan tersangka kasus dugaan korupsi proyek Puskesmas Pamarayan tahun 2015. Klarifikasi dilakukan untuk menghitung dugaan kerugian negara terhadap proyek Rp 3,9 miliar tersebut.

Kasi Pidsus Kejari Serang, Agustinus Olav Mangontan mengatakan auditor BPKP Perwakilan Banten melakukan klarifikasi saksi dan tersangka selama tiga hari. Saksi yang dimintai klarifikasi tersebut terdiri dari konsultan pengawas 3 orang dan Pokja Unit Layanan Pengadaan Kabupaten Serang berjumlah 3 orang. Sedangkan tersangka yang diminta klarifikasi yakni pejabat pembuat komitmen (PPK) Toto Sugiarto dan pelaksana proyek Irwan Mulyana. “Klarifikasi BPKP kemarin hari Selasa dan Rabu terakhir. Sudah semua tinggal ahli dari Politeknik Negeri Bandung (Polban) untuk kontruksinya,” ujar Olav, Jumat (16/5/2017).

Olav menjelaskan, materi klarifikasi tersebut meliputi item pekerjaan, dokumen dan tugas saksi beserta tersangka. Direncanakan sehabis lebaran Idulfitri, auditor BPKP akan mengklarifikasi saksi ahli Polban mengenai hasil audit fisik pekerjaan. “Rencana habis lebaran. Kalau itu sudah mungkin dalam waktu sebulan perhitungan dugaan kerugian negara sudah keluar,” tutur Olav. Proses penyidikan kasus ini sejauh ini masih berjalan. Penyidik masih melakukan pemeriksaan sejumlah saksi dan menunggu hasil perhitungan nilai dugaan kerugian negara. Sebelumnya, penyidik telah menetapkan tiga orang tersangka dalam kasus ini. Penetapan tersangka melalui ekspos internal penyidik pada Rabu (7/6) lalu.

Tiga orang yang ditetapkan sebagai tersangka yakni Sekretaris Dinas Sosial Kabupaten Serang Toto Sugiarto yang juga Mantan Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Serang. Kemudian tersangka lainnya Direktris PT Indah Utama Jaya Mandiri (IUJM), Tiur Mona Marpaung dan Irwan Mulyana. PT IUJM merupakan pemenang lelang. Tiur Mona Marpaung mengalihkan pelaksanaan pekerjaan itu kepada Irwan Mulyana melalui surat kuasa. Dalam akta kuasa itu, Tiur Mona Marpaung menyebutkan bahwa bila terdapat pelanggaran hukum dalam pelaksanaan proyek pembangunan Puskesmas Pamarayan, menjadi tanggung jawab Irwan Mulyana.

Februari 2016, gedung Puskesmas Pamarayan selesai dibangun. Namun tak lama setelah diresmikan oleh Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah, tembok Puskesmas Pamarayan retak. Kerusakan juga terjadi pada lantai keramik puskesmas di Kecamatan Pamarayan tersebut. Persoalan itu diselidiki Kejari Serang karena ada dugaan hasil pembangunan Puskesmas Pamarayan tidak sesuai spesifikasi dalam dokumen kontrak. Kejari Serang tidak hanya meminta keterangan saksi-saksi, ahli konstruksi dari Politeknik Negeri Bandung (Polban) juga digandeng untuk melakukan audit fisik hasil pembangunan Puskesmas Pamarayan. (H-47)***


Sekilas Info

Sungai Cibanten Jadi Lautan Sampah

SERANG, (KB).- Sungai Cibanten di Kampung Kroya, Kelurahan Kasunyatan, Kecamatan Kasemen, Kota Serang menjadi lautan sampah. …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *