Senin, 11 Desember 2017
Masyarakat nelayan Bondet Kabupaten Cirebon menggelar "Nadran".

Dua Event Budaya Diusulkan Masuk Kalender Wisata Nasional

CIREBON, (KB).- Dua event budaya di Kabupaten Cirebon yaitu pesta laut Bondet dan nadran Gunung Jati diusulkan masuk ke dalam kalender wisata nasional di Kementerian Pariwisata. Kepala Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kabupaten Cirebon, H Suhartono mengatakan, tadinya kedua event budaya ini tidak memiliki tanggal tetap saat digelar, sebab tergantung kepada pihak pemangku adat setempat dan melihat kondisi cuaca.

Namun, jika sudah masuk ke dalam kalender event nasional, maka kedua event ini akan ditetapkan tanggal tetapnya. Kedua event budaya ini selalu mendapatkan animo perhatian dari ribuan pengunjung, jika pesta laut Bondet merupakan ungkapan rasa syukur terhadap hasil melaut secara keseluruhan di Pantai Cirebon, maka untuk nadran Gunung Jati merupakan hasil rasa syukur nelayan terhadap tangkapan di Sungai Condong yang mengarah ke laut.

“Sudah kita usulkan ke Kemenpar. Kenapa hanya dua event budaya ini yang kita usulkan? Karena keduanya memiliki tema yang kontemporer dalam tiap eventnya dan tidak terkesan asal-asalan, sudah begitu ribuan pengunjung pasti datang,” kata Suhartono, Jumat (6/10/2017). Menurutnya, jika sudah masuk kalender event nasional, maka kedua event ini sudah masuk ke dalam pariwisata tingkat nasional. “Kalau sudah masuk tingkat nasional kan berarti memang sudah bagus, artinya perhatian dari masyarakat luar akan tambah tinggi,” tukasnya.

Selain itu, saat ini wilayah Bondet akan dimasukkan ke dalam tata rencana induk pengembangan pariwisata daerah. Tata rencana induk pengembangan pariwisata ini harus diperbaharui tiap lima tahun sekali. Dan, Kabupaten Cirebon sendiri belum lagi memiliki tata rencana setelah berakhir pada 2015 lalu. “Saat ini sedang kita susun untuk lima tahun ke depan. Dan Bondet itu kita masukkan ke dalam tata rencana tersebut, antara lain akan lebih ditata sebagai tempat wisata kuliner seafood, saat ini kan belum tertata rapi. Nah kalau sudah masuk ke dalam tata rencana tersebut, setidaknya nanti agar tempat wisata bisa lebih rapih lagi,” katanya.

Dalam tata rencana ini pun akan dibahas soal pengembangan daerah wisata lainnya di Kabupaten Cirebon. “Kampung Batik Trusmi pun akan kita kembangkan, salah satunya saat ini kami telah meminta konsultan untuk mengkaji bagaimana infrastruktur di Trusmi. Kalau ada infrastruktur yang harus ditambah, kira-kira infrastruktur apa. Jadi nanti konsultan bisa memberikan masukan soal rencana infrastruktur apa yang cocok dibangun di Trusmi,” kata Suhartono.(Fanny/KC Online)***


Sekilas Info

Mulai Pekan Depan, Museum Gedung Sate Terbuka untuk Umum

BANDUNG, (KB).- Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan  meresmikan Museum Gedung Sate, Jumat 8 Desember 2017 …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *