Sabtu, 18 November 2017

DPR RI Minta Manajemen RSU Banten Berbenah

SERANG, (KB).- Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) Yandri Susanto meminta manajemen Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Banten berbenah diri. Sebab, hingga kini RSUD Banten belum mampu menarik minat warga Banten untuk tidak berobat ke rumah sakit di luar Banten.

“Banten itukan besar, tapi mungkin hampir sebagian masyarakat Banten mau berobatnya ke Jakarta, itu yang jadi persoalan,” katanya saat ditemui di Kantor Majelis Ulama Indonesia (MUI) Banten, di KP3B, Curug, Kota Serang, Ahad (12/11/2017). Padahal, rumah sakit milik Pemprov Banten tersebut mempunyai potensi untuk diandalkan sebagai salah satu rumah sakit tempat berobat masyarakat Banten.

“Bagaimana Rumah Sakit Umum Daerah Banten itu menjadi daya tarik, jadi nanti yang berobat itu tidak harus ke Jakarta,” ujarnya. Ironisnya, bukan memperbaiki, belakangan ini RSUD Banten malah ditempa masalah dengan adanya dokter spesialis mengundurkan diri. Tentunya, kata dia, kejadian tersebut menjadi pukulan bagi RSUD Banten.

“Nah itu menurut saya tolong dibenahi dulu manajemen operasional, RSUD Banten itu di kelola dengan baik, pelayanan harus diperbagus, dan semuanya termasuk obat-obatan harus berkualitas, nah baru semuanya kita menyasar ke hal yang lain,” ucapnya.

Pembenahan dibutuhkan agar program kesehatan gratis Pemprov Banten berjalan dengan baik. “Sekarang kan ada terobosan berobat cukup menggunakan KTP elektronik), walaupun memang akan bertentangan Undang-undang BPJS (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial) , tapi artinya ada niat baik dari Pemprov Banten untuk mengatakan bahwa hal itu (berobat gratis) penting,” tuturnya.

Setelah manajemen RSUD Banten baik, lanjut dia, Pemprov Banten juga perlu memikirkan pembuatan rumah singgah bagi warga yang hendak berobat, sehingga beban biaya operasional berobat akan berkurang. “Tentu kita berikan kesempatan kepada gubernur dan wakil gubernur untuk merancang itu semua (pendirian rumah singgah),” ujarnya.

Terpisah, Plt Direktur RSUD Banten, dr Susi Badrayanti siap menjalankan apa yang disampaikan Yandri Susanto. Sejauh ini ia juga terus berkoordinasi dengan instansi terkait dalam hal peningkatan kualitas RSUD Banten.  “Kami siap menjalankan rekomendasi dewan, kendala si mungkin kami harus banyak lebih berkoordinasi dengan seluruh OPD yang di Pemprov Banten,” katanya.

Terkait dokter spesialis yang mengundurkan diri, sampai saat ini ia belum mendapatkan penggantinya. Kemungkinan besar pengganti baru akan didapatkan akhir tahun ini. “Sedang kita usahakan, mungkin kita akan carikan pada akhir tahun,” tuturnya. (SN)***


Sekilas Info

Uang Rp 60 Juta Milik Panwaslu Digondol Maling

SERANG, (KB).- Kasus pencurian dengan modus pecah kaca terjadi di depan kantor Panwaslu Kabupaten Serang Jalan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *