Kamis, 19 Oktober 2017

Dorong Pendirian Fakultas Kedokteran Untirta, Gubernur Datangi Kemenristekdikti

SERANG, (KB).- Gubernur Banten, Wahidin Halim, Rektor Untirta, Soleh Hidayat, dan sejumlah pejabat Untirta mendatangi Kemenristekdikti untuk mendorong kementerian mempercepat proses pendirian Fakultas Kedokteran (FK) Untirta, Selasa (1/8/2017).  Rombongan asal Banten tersebut, diterima langsung Menristekdikti, Muhammad Nasir. Untirta menargetkan pendirian FK tersebut akan selesai pada 2020.

“Sesuai dengan amanat Menristekdikti pada saat meresmikan Gedung Dekanat Fakultas Teknik Untirta terkait pendirian FK Untirta, kami sudah menyiapkan gedung perkuliahannya yang berada di Cilegon serta kami mengucapkan terima kasih kepada Menristekdikti yang telah meluangkan waktunya dan Gubernur Banten serta anggota DPRD Banten khusunya Komisi V yang telah mendukung penuh pendirian FK Untirta,” kata Rektor Untirta, Sholeh Hidayat kepada Kabar Banten, Selasa (1/8/2017) saat ditemui sebelum bertolak ke Jakarta untuk bertemu dengan Menristekdikti.

Ia mengatakan, saat ini Untirta sedang memenuhi persyaratan-persyaratan yang dibutuhkan sambil menunggu dibukanya moratorium, baik persyaratan dosen maupun persyaratan sarana dan prasarana. Hal tersebut dilakukan, agar pada saat dibuka kembali telah siap. “Kedokteran itu ada di mana-mana, jadi perlu ada dukungan penuh dari pemerintah daerah. Terkait dengan itu pak gubernur meminta saya untuk beraudiensi dengan pak menteri,” ujarnya.

Menurut dia, untuk jumlah dosen di FK harus sesuai dengan peraturan Konsil Kedokteran Indonesia, yaitu 26 dosen. Dari jumlah tersebut, di antaranya harus ada dosen dari berbagai spesialis. “Dari 12 orang harus spesialis, 10 orang untuk magister kedokteran bidang Biomedik, seorang untuk kedokteran Humaniora, untuk pendidikan kedokteran, serta tenaga pendidik lainnya,” ucapnya. Ia menjelaskan, pihaknya telah melakukan kerja sama dengan beberapa rumah sakit yang ada di Banten, di antaranya RSUD Drajat Prawiranegara dan RSUD Cilegon. “Kerja sama tersebut termasuk untuk melakukan praktik bagi para mahasiswa,” tuturnya.

Menristekdikti, Mohamad Nasir saat menerima rombongan gubernur menjelaskan, pihaknya menyambut baik tujuan audiensi yang dilakukan dengan harapan dapat meningkatkan kualitas kesehatan di Banten.  “Kebutuhan tenaga kesehatan di Indonesia setiap tahunnya sekitar 37.000 orang, sedangkan produksinya lebih dari 90.000 tenaga kesehatan, dampaknya terjadi pengangguran yang luar biasa,” katanya.

Sementara, Gubernur Banten, Wahidin Halim mengatakan, Pemprov Banten terus memberikan dukungan untuk pendirian FK.  “Adanya kesenjangan antara Jakarta dengan Banten salah satunya dalam hal sumber daya manusia (SDM) profesi dokter, jadi sudah sangat layak didirikan FK di Banten. Apapun yang Untirta butuhkan terkait pendirian FK baik dari segi anggaran atau hal lainnya, Pemerintah Provinsi Banten siap mendukung,” ujarnya. Ketua Komisi V DPRD Banten, Fitron Nur Ikhsan menuturkan, pendirian FK Untirta sangat penting dalam meningkatkan kualitas kesehatan di Banten. “Gubernur sudah menyiapkan program kesehatan di hilir dan program di hulunya, yaitu dengan adanya pendirian FK Untirta, sehingga SDM dapat terpenuhi dan Banten tidak kekurangan tenaga kesehatan,” ucapnya. (H-49)***


Sekilas Info

Ponpes Daar El Qolam Gelar Pra Milad, Pesantren Harus Maju dan Berkembang

RATUSAN alumni Pondok Pesantren Daar El Qolam, Gintung, Jayanti, Tangerang menggelar pra milad pondok pesantren …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *