Selasa, 12 Desember 2017
waduk jatigede

DKS Minta Jatigede Jadi Kawasan Wisata Berbasis Budaya

SUMEDANG, (KB).- Dewan Kebudayaan Sumedang (DKS) mendorong agar pemerintah daerah menjadikan kawasan Jatigede menjadi tempat wisata berbasis budaya. Pasalnya, sekitar 60 persen, daya tarik wisata di kawasan Jatigede adalah berkonsep budaya.

Tokoh DKS, Tatang Sobana menyebutkan, meskipun secara tata kelola wisata di Jatigede belum terarah dengan baik. Tapi saat ini potensi wisata budaya sangat dominan. Satu contoh, konsep kampung buricak burinong, yang kini sedang dalam progress, konsepnya harus lebih dilatar belakangi budaya.

“Kami yakin, jika wisata di Jatigede berbasis budaya akan menjadi satu konsep yang hebat. Dimana saat ini dan kedepan, konsep budaya akan menjadi daya tarik tersendiri. Seperti di Jatigede, banyak tersimpan budaya-budaya yang lebih bisa menjual,” ujar Tatang. Pemerintah daerah, tambah dia, harus jeli dalam menyikapi perkembangan ke depan terutama sektor wisata di Jatigede.

Dengan demikian, jauh hari sudah harus dikonsep dengan matang. Terutama Konsep wisata. Sumedang sebagai wilayah yang kaya akan budaya haruslah menjadi inspirasi pemda ketika nanti tata kelola kawasan Jatigede dimaskimalkan. “Dari saat inilah hal itu harus direncanakan,” katanya.

Tatang menyebutkan, dengan konsep wisata berbasis budaya, bukan tidak mungkin Sumedang akan setara dengan Solo, Jogjakarta dan kota lainnya yang mengedepankan konsep budaya menjadi ikon wisata. Apalagi, kawasan Jatigede dilengkapi dengan perairan danau.

Ia menggambarkan, sejumlah titik potensi yang bisa menjadi basis wisata budaya tersebar di beberapa titik. Antara lain, Puncak Damar, Panenjoan, Kampung Buricakburinong, Cibungur dan Wado. “Sejumlah event budaya telah kita gelar di titik-titik tersebut. Ini sebagai pemicu agar kawasan Jatigede bisa diproyeksikan sebagai sentral kegiatan budaya,” tuturnya.

Tatang juga menyebutkan, rencananya tahun ini akan diselenggarakan kongres budaya yang berkaitan dengan keparawisataan Jatigede. Namun acara tersebut ditunda hingga tahun 2018. “DKS merancang untuk menggelar kongres budaya. Tujuannya kita akan mendorong pemerintah daerah untuk mau dan ambil peran dalam mengembangkan kewisataan dengan latar belakang budaya,” ujarnya. (Nanang Sutisna/KAPOL)***


Sekilas Info

Ibing Sunda Jangan Tergerus Budaya Asing

BANJAR, (KB).- Budaya sunda kian tergerus budaya asing. Dimungkinkan seni ibing sunda hilang akibat perkembangan jaman …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *