Rabu, 20 September 2017

Direktur RSU Banten Minta Tidak Dipenjara

SERANG, (KB).- Direktur Rumah Sakit Umum (RSU) Banten Dwi Hesti Hendarti mengajukan permohonan agar tidak ditahan di Rutan Kelas II B Serang. Pengajuan permohonan tersebut diajukan Dwi melalui kuasa hukumnya, Cristine Susanti seusai pembacaan surat dakwaan di Pengadilan Tipikor Serang, Rabu (13/8/2017). “Kami mengajukan pengalihan penahanan ada jaminan dari keluarga,” ujar Cristine kepada ketua majelis hakim Sumantono.

Menanggapi itu, Sumantono mengaku akan mempertimbangkannya. Ia belum dapat memutuskan permohonan tersebut karena akan dimusyawarahkan terlebih dahlu bersama dua anggota majelis hakim Yusriansyah dan Donny Suwardi. “Akan dipertimbangkan dulu pengalihan penahannya. Pengalihan penahanan baik rumah atau kota silahkan itu hak nanti dipertimbangkan dikabulkan atau tidak,” kata Sumantono.

Dwi menjalani sidang perdana di Pengadilan Tipikor Serang dengan didampingi empat kuasa hukumnya. Dalam sidang tersebut jaksa Kejari Serang AR. Kartono membacakan surat dakwaan terhadap Dwi. Dalam surat dakwannya, Dwi dianggap telah melakukan penyalahgunaan wewenang dalam penggunaan dana jasa pelayanan Rumah Sakit Umum (RSU) Banten tahun 2016 senilai Rp 17,872 miliar. Terdapat kerugian negara Rp 2,3 miliar lebih dari penyimpangan dana jaspel. (H-47)***


Sekilas Info

Bupati Akui Ada Keterlambatan Penanganan, Rehab SDN Bugel Capai Rp 578 Juta

SERANG,(KB).- Anggaran rehab tiga ruang kelas rusak SD N Bugel, di Desa Pasir Limus, Kecamatan Pamarayan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *