Sabtu, 18 November 2017

Diduga Korsleting Listrik, Rumah Pedagang Es Terbakar

PANDEGLANG, (KB).- Rumah milik Muhali (30) pedagang es keliling di kampung Sinar Mulya RT 03/RW 02, Desa Tegal Papak, Kecamatan Pagelaran ludes terbakar, Ahad (12/11/2017) sekitar pukul 12.30. Menurut informasi, insiden kebakaran tersebut diduga akibat sumber api berasal dari korsleting listrik. Tidak ada korban jiwa dalam musibah kebakaran itu, termasuk istri korban yang sedang berada di rumah selamat dari ancaman kebakaran.

Sementara itu, Muhadi pemilik rumah sedang berjualan es cream keliling. Kebakaran tersebut terjadi saat Muhadi sedang tidak ada di rumah karena sedang berjualan es. Sementara istrinya, Tasih (22) sedang tertidur. Namun saat merasakan hawa panas dalam rumah, Tasih bergegas bangun. Saat itu, dia terkejut melihat ada percikan api di atap rumahnya. Tasiah pun dengan cepat menyelamatkan diri lari ke luar rumah sambil berteriak minta tolong.

Warga pun mendengar keras teriakan korban, sehingga berdatangan ke tempat kejadian perkara (TKP). Warga sempat berusaha memadamkan kebakaran, namun api terus membesar hingga meludesi rumah yang semi permanen itu dengan cepat ludes terbakar. Selain meludesi rumah, kebakaran juga menghanguskan barang berharga milik korban. Salah seorang tetangga korban, Ahmad Yani mengatakan, kejadian tersebut sangat cepat.

Sehingga, tidak ada harta benda korban yang bisa diselamatkan. Warga pun kesulitan untuk memadamkan api, karena hanya menggunakan peralatan seadanya. “Kami memadamkan api sebisa mungkin menggunakan air dari ember dan warga pun seadanya berusaha memadamkan kebakaran. Usaha kami dan warga sia-sia, karena kobaran api sangat besar dan cepat melalap rumah korban,” katanya.

Sementara itu, Sekretaris Desa Tegal Papak, Hasim mengatakan, akibat kebakaran tersebut korban sudah tidak memiliki harta benda, karena rumahnya ludes terbakar. Saat ini korban terpaksa harus tinggal sementara di rumah tetangganya. Dengan kejadian tersebut, pihaknya sudah melaporkan ke pihak kecamatan. “Diperkirakan korban mengalami kerugian Rp 50 juta. Sebab, selain rumah terbakar, harta benda korban juga tidak dapat diselamatkan. Untuk itu, kami berharap agar korban segera mendapatkan bantuan, terutama untuk memperbaiki rumahnya,” ujarnya.

Sementara itu, pemilik rumah Muhadi mengaku tidak bisa melaksanakan aktivitas berjualan karena masih trauma dengan insiden kebakaran. Pihaknya hanya menanti belas kasihan dan uluran tangan dermawan untuk bisa membantu perbaikan rumahnya. “Hingga sekarang belum ada bantuan dari pemerintah. Kami berharap agar pemerintah bisa membantu beban berat yang kami alami. Kami ingin segera memperbaiki rumah ini sebagai tempat tinggal keseharian,” ucapnya.

Anggota DPRD Pandeglang, Dede Sumantri turut prihatin dengan musibah kebakaran menimpa warga Pagelaran. Apalagi korban kebakaran itu hanya berprofesi sebagai pedagang es keliling. “Saya harap pemerintah bisa segera mengalirkan bantuan untuk korban kebakaran,” tuturnya. (IF)***


Sekilas Info

Dewan Soroti Nota RAPBD Pandeglang 2018

PANDEGLANG, (KB).- Sejumlah fraksi di DPRD Pandeglang menyampaikan pemandangan umum fraksi-fraksi terhadap nota Raperda APBD 2018 …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *