Kamis, 24 Agustus 2017
pedagang daging celeng

Di Pasar Kranggot Kota Cilegon, Pedagang Daging Celeng Dibekuk

CILEGON, (KB).- Satuan petugas (Satgas) pangan membekuk pedagang daging celeng di Pasar Kranggot, Kota Cilegon, Sabtu (17/6/2017) malam. Hal tersebut menyusul adanya surat dari Balai Pelayanan dan Pengajian Viteriner Banten, tentang Pengujian Laboratorium yang menyatakan terdapat kandungan daging celeng pada sampel daging sapi di Pasar Kranggot.

Satgas tersebut merupakan bentukan Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagperin) Kota Cilegon, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DPP), Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Cilegon, serta petugas kepolisian. Pada inspeksi mendadak (sidak) berdasarkan surat edaran BPPV Banten, Satgas mendapati pedagang yang menjual daging sapi yang dioplos dengan daging celeng.

Petugas mendapatkan barang bukti berupa 15-35 kg daging celeng siap jual, yang telah terbagi dalam tujuh kantong plastik. Kemudian timbangan serta empat pisau potong daging. Setiap plastik terdiri atas 5 kg daging celeng.

Kepala Bidang Pasar Disdagperin Kota Cilegon Muhammad Satiri mengatakan, dalam sidak tersebut pihaknya mengamankan dua pedagang daging celeng yang mengoplos daging celeng dengan daging sapi. Dua pelaku tersebut yakni AN (22) warga Kampung Tanjung Harapan, Kelurahan Pagadingan, Kramatwatu, Kabupaten Serang. Serta AH (18) warga Kampung Pinang Sari, Kecamatan Kramatwatu, Kabupaten Serang.

satu pedagang kabur

“Dari sidak itu kami membekuk dua pedagang yang menjual daging celeng dengan mengoplos ke daging sapi. Kami menemukan hingga 5-7 kantong plastik hitam, yang berisi daging celeng masih segar dan siap dijual,” ujarnya, Ahad (18/6/2017).

Meski begitu, kata dia, terdapat seorang tersangka lain yang berhasil melarikan diri saat dirazia oleh petugas. Namun, dua rekannya tersebut kemudian digelandang ke Mapolres Cilegon, untuk diperiksa.
“Kami hanya berhasil mengamankan dua pedagang daging celeng, sedangkan satu pedagang lainnya kabur. Tadi ada salah seorang pedagang bilang ada bos mereka. Saat petugas ingin menangkap tersangka lainnya, bosnya itu langsung kabur meninggalkan lapak,” katanya.

Menurut dia, untuk memutus mata rantai peredaran daging celeng tersebut, pihaknya akan terus memantau beberapa lapak yang menjual daging di Pasar Kranggot. Bahkan, pihaknya juga akan memberikan sanksi tegas kepada pedagang yang bermain curang dengan menjual daging haram tersebut. (H-43)***


Sekilas Info

Pemkot Cilegon Didesak Umumkan Hasil Lelang Jabatan

CILEGON, (KB).- Sejumlah anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Cilegon mendesak Pemkot untuk segera mengumumkan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *