Jumat, 24 November 2017

Di Pandeglang, 2.860 Anak Putus Sekolah

PANDEGLANG,(KB).- Sebanyak 2.860 anak di Kabupaten Pandeglang putus sekolah atau belum menuntaskan wajib belajar sembilan tahun. Mereka terdiri atas 2.600 siswa Sekolah Dasar (SD) dan 260 siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Hal itu mencuat saat Bupati Pandeglang Irna Narulita kunjungan kerja ke Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Pandeglang, Selasa (16/5/2017). Irna meminta data riil terkait anak usia sekolah, namun tidak sekolah. Upaya itu dilakukan untuk meningkatkan mutu pendidikan di Kabupaten Pandeglang.

Menurut dia, upaya mengembalikan mereka ke bangku sekolah tidak sulit, karena Dindikbud memiliki Unit Pelaksana Tugas (UPT) di tiap kecamatan. Dalam melakukan pendataan, semua anak wajib sekolah bisa mengenyam pendidikan.

“Seluruh kepala UPT sudah diberikan hak tiap bulan. Sekarang, tinggal laksanakan tanggung jawab dan kewajibannya membantu meningkatkan mutu pendidikan di Pandeglang, salah satunya mendata anak putus sekolah,” katanya.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pandeglang Salman Sunardi mengatakan, pihaknya akan mendata  atau sensus melalui Unit Pelaksana Tugas (UPT) Pendidikan dan Kebudayaan yang ada di tiap kecamatan.

“Kami akan data, mana sekolah yang terdekat, kami akan upayakan di situ. Saya kira cukup dari dana BOS untuk SD sebesar delapan ratus ribu untuk satu tahun,” ucapnya. Salman menjelaskan , kurang lebih sekitar 2.600 anak SD yang putus sekolah. 260 anak SMP yang putus sekolah. Sehingga, angka tersebut bisa ditekan agar semua anak wajib sekolah bisa sekolah. (H-50)***

 


Sekilas Info

UIN SMHB Sediakan Beasiswa Tahfidz

SERANG, (KB).- Pihak Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Maulana Hasanuddin Banten (SMHB) menawarkan beasiswa melalui program …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *