Sabtu, 18 November 2017

Di Kelurahan Drangong, Dewan Temukan Pabrik Limbah Ilegal

SERANG, (KB).- Sejumlah anggota DPRD Kota Serang menemukan pengelolaan limbah plastik ilegal saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) pabrik milik CV Thingkyling Plastik di Jalan Rajawali Nangka, Kelurahan Drangong, Kecamatan Taktakan, Kota Serang, Senin (13/11/2017). Sidak tersebut merupakan tindak lanjut para wakil rakyat, setelah menerima keluhan masyarakat sekitar.

“Ketika kami tanya jawab dengan pemiliknya tadi, ada perizinan yang belum ditempuh. Perizinannya dari Kabupaten Serang, sedangkan ini sudah menjadi Kota Serang. Kalau perizinannya tidak ditempuh apa namanya?,” ujar anggota DPRD Kota Serang Iif Fariudin kepada wartawan di lokasi.

Iif mengatakan, perizinan pabrik tersebut dikeluarkan oleh Pemerintah Kabupaten Serang sejak 2007. Namun setelah daerah tersebut masuk wilayah Kota Serang, pihak manajemen pabrik tidak memperbarui perizinannya. “Perizinannya ketika sudah menjadi Kota Serang harus diperbarui. Dari sisi RTRW (rencana tata ruang wilayah) apakah masih layak beroperasi? Sesuai RTRW, daerah ini untuk permukiman,” katanya.

Iif menuturkan, sidak ini dilakukan untuk menindaklanjuti keluhan dari masyarakat terkait produksi limbah plastik tersebut. Menurut dia, ada beberapa keluhan masyarakat yang sampai ke DPRD Kota Serang. Pertama bau busuk limbah, kedua aktivitas mesin pabrik menimbulkan getaran yang dirasakan masyarakat. “Ketiga tentang pencemaran air dari hasil pengelolaan limbah. Resapan air limbah tersebut menyebabkan sumur masyarakat tercemar ini dikhawatirkan menimbulkan keracunan dan sebagainya,” ujarnya.

Anggota DPRD Kota Serang lainnya, Kevin Harinnusa mengatakan, pihaknya akan memanggil sejumlah instansi Pemerintah Kota Serang untuk menindaklanjuti pabrik ilegal tersebut. Pemanggilan dilakukan untuk mencari solusi dan sikap yang harus diambil terkait pabrik tersebut.  “Kami akan memanggil dinas teknis terkait baik perizinan, dinas tenaga kerja dan lingkungan hidup,” ucapnya.

Sementara itu, pemilik CV Thingkyling Plastik, Tantyo Nugroho mengakui, pabriknya belum mengurus perizinan. Dia berkilah tidak mengurus perizinan karena sudah ada izin yang lama, meski telah habis masa berlakunya sejak selama 10 tahun lalu. “Kami enggak tahu (perbaruan perizinan). Kita enggak mungkin investasi ke sini kalau tidak ada izinnya. Ada izinnya dari kabupaten. Kalau izin harus pindah dan segala macam itu yang enggak paham,” ucapnya.

Tantyo mengatakan, pihaknya juga telah memperhatikan limbah cair agar tidak mencemari sumur warga. Setiap limbah cair dibuang melalui saluran irigasi. “Kalau limbah, buang ke Cilowong untuk limbah padatnya. Kami dari mesin ada yang tumpah, sehingga di bak tidak tertampung. Enggak banyak (limbah cair) buangnya ke selokan,” tuturnya.

Disinggung terkait RTRW Kota Serang yang menyatakan lokasi pabriknya merupakan zonasi untuk permukiman, Tantyo mengharapkan adanya dispensasi dari Pemerintah Kota Serang. Sebab, pabriknya mempekerjakan warga sekitar, sehingga mengurangi angka pengangguran. “Kami juga bikin daur ulang limbah plastik ini juga bertolak dari go green dan global warming. Selain itu juga SDM di Banten turut mendukung karena ada tenaga kerja kami yang putus sekolah,” tuturnya. (FI)***


Sekilas Info

Uang Rp 60 Juta Milik Panwaslu Digondol Maling

SERANG, (KB).- Kasus pencurian dengan modus pecah kaca terjadi di depan kantor Panwaslu Kabupaten Serang Jalan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *