Senin, 11 Desember 2017

Di Dinas PMPPTSP Diganggu Mahluk Halus, Siswa Kesurupan Massal

PANDEGLANG, (KB).- Diduga diganggu mahluk halus, sebanyak delapan siswa yang sedang melaksanakan praktik kerja lapangan atau PKL di Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPPTSP) mengalami kesurupan massal, Kamis (10/8/2017) sekitar pukul 11.30. Kasus kesurupan yang terjadi hampir satu jam itu akhirnya bisa ditangani pihak dinas dengan bantuan orang pintar. Menurut informasi, kasus kesurupan massal tersebut sempat mengejutkan para pegawai dan tamu yang hendak membuat permohonan perizinan.

Bahkan para pegawai terpaksa menunda waktu pelayanan beberapa menit, karena harus ikut menyembuhkan delapan siswa yang kesurupan. Karena para siswa itu adalah pelajar PKL yang sehari-hari berada di dinas tersebut.  Tidak saja korbannya siswa, bahkan setelah delapan siswa kesurupan dengan cepat menular ke salah seorang pedagang kue keliling yang biasa berjualan di dinas tersebut.
Mayoritas siswa yang kesurupan itu berteriak histeris seperti orang kesakitan. Matanya melotot, dan tenaganya kuat. Sementara itu, para siswa yang kesurupan tersebut adalah berasal dari SMK Darma Nusantara (Danus), SMK 2 Pandeglang, dan SMK IT Yayasan Sosial Darul Ulum (Yasdu).

“Para siswa korban kesurupan itu SMK 2 yakni Ratna, Putri, dan Novi. Kalau SMK Danus itu namanya Vivi, Uun, dan Wita dan dari Yasdu itu Nur,” kata Ilham siswa SMA Danus kepada wartawan. Menurutnya, aksi kesurupan tersebut diduga karena ada gangguan mahluk gaib menimpa para siswa. Bahkan, informasinya kantor ini memang angker kalau malam hari. Tidak aneh jika pegawainya sendiri mengakui kantor ini angker sering ada tanda-tanda gaib. Kejadiannya memang sangat cepat, dari satu siswa yang pertama kesurupan langsung menular ke teman-temannya. “Tidak sekadar berteriak kesakitan, para korban juga mendadak pingsan. Untung ada bantuan orang pintar yang bisa menyembuhkan kesurupan,” katanya. Meski demikian, Ilham tidak mengetahui jelas awal kejadiannya. Tetapi saat mendengar seorang siswa berteriak seperti orang kesakitan, dirinya bersama pegawainya langsung membantu menyembuhkan korban kesurupan.

Sementara itu, Kasubag Keuangan DPMPPTSP, Ila Nurlaela membenarkan ada delapan siswa kesurupan massal. Dia menduga ada mahluk yang mengganggu para korban kesurupan. Sebab, dari informasi pegawainya, bahwa setiap kali jaga malam atau piket malam, sering merasakan hal-hal aneh, seperti suara-suara dan kursi yang ada di dalam ruangan bergerak sendiri seperti ada yang mendudukinya. “Memang di sini bekas terminal lama dan memang cukup seram,” ucapnya. Kejadian kesurupan tersebut baru terjadi pertama kali. Padahal selama ini selalu menggelar pengajian yasinan setiap hari Jumat usai apel pagi. “Kita merasa aneh, sebab kejadian ini baru pertama kali. Mudah-mudahan ini tidak terjadi lagi,” tuturnya.(H-50)***


Sekilas Info

Kantongi 271 Girik, Warga Patok Lahan KEK

PANDEGLANG, (KB).- Kasus dugaan sengketa lahan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Lesung seluas 462 hektare antara …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *