Selasa, 12 Desember 2017

Dewan Soroti Nota RAPBD Pandeglang 2018

PANDEGLANG, (KB).- Sejumlah fraksi di DPRD Pandeglang menyampaikan pemandangan umum fraksi-fraksi terhadap nota Raperda APBD 2018 yang telah disampaikan bupati, beberapa waktu lalu.
Paripurna pemandangan umum fraksi dihadiri Bupati dan Wakil Bupati Pandeglang, Irna Narulita-Tanto Warsono Arban, digelar di ruangan paripurna DPRD Pandeglang, Jumat (17/11/2017).

Dalam pemandangan fraksi disampaikan Rika Kartikasari, juru bicara Fraksi Gerindra, merasa prihatin pelaksanaan program APBD tahun sebelumnya (2017). Sebab, dia menilai implementasi program tersebut masih jauh dari harapan, tidak fokus, dan minim kualitas sehingga berdampak pada buruknya infrastruktur.

“Buruknya program 2017, berdampak buruk terhadap berbagai kepentingan rakyat. Kita ketahui banyak kegiatan infrastruktur yang kurang baik, pekerjaan Pasar Cibaliung yang mangkrak, dan pelaksanaan kegiatan yang dimulai menjelang akhir tahun, tentu tidak akan membuahkan hasil yang optimal,” ujar Rika.

Selain itu, tentang enam isu strategis yang dicanangkan Pemkab tahun mendatang, yakni infrastruktur dan daya dukung wilayah, pendidikan dan kesehatan, pengangguran dan kemiskinan, serta desa tertinggal. Isu strategis itu adalah persoalan klasik yang selalu mencuat setiap pembahasan RAPBD. Ironisnya, setiap tahun pula tidak ada progres yang konkret atas apa yang sudah ditetapkan.

Menurutnya, anggaran tahun anggaran 2017 sejatinya harus menjadi starting poin Pemerintahan Irna Tanto guna mewujudkan visi misinya. Namun yang dirasakan, justru banyak kegaduhan yang seharusnya tidak perlu.

Sementara itu, juru bicara Fraksi Nasdem, Dadi Rajadi mempertanyakan terkait menyusutnya dana perimbangan yang diterima Pemkab Pandeglang untuk tahun 2018. Karena angka penurunan dana bantuan itu mencapai Rp 73 miliar.

Selain itu, soal Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA) Tahun 2017 yang dicantumkan pada nota pengantar bupati sebesar Rp 89 miliar. “Itu SiLPA dari mana. Sebab sepengetahuan kami, Pemda belum melakukan tutup buku dan sepengetahuan kami tutup buku baru dilakukan pada akhir tahun anggaran, tanggal 31 Desember. Hal itu sudah sering kami pertanyakan setiap pandangan fraksi di paripurna,” tuturnya. (IF)***


Sekilas Info

Pengembang Keluhkan PKL Sub Terminal

Direktur PT Taman Sari Raya selaku pengembang Pasar Menes, Usman, mengeluhkan pedagang kaki lima (PKL) …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *