Rabu, 20 September 2017

Dari Target Rp 2 Triliun, Investasi KEK Tanjung Lesung Baru Capai Rp 600 Miliar

JAKARTA, (KB).- Nilai investasi yang ditargetkan untuk pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata Tanjung Lesung di Kabupaten Pandeglang, mencapai Rp 2 triliun pada 2017 ini. Namun, saat ini investasi yang terealisasi baru sekitar Rp 600 miliar. Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya mengatakan, total investasi yang dibutuhkan untuk pengembangan KEK Tanjung Lesung hingga 2019 mencapai Rp 10 triliun. Beberapa proyek yang ditawarkan pada investor di antaranya, Revati Residence senilai Rp 350 miliar, Golf Course Rp 150 miliar, dan proyek HI Rp 300 miliar.

Menpar meminta kepada PT Banten West Java Tourism Development selaku pengembang Tanjung Lesung untuk menawarkan proyek-proyek tersebut secara detail kepada investor, termasuk proyeksi balik modalnya. “Perhitungan return investasinya harus jelas, karena itulah yang pertama kali ditanyakan investor. Perizinan investasi juga harus dipermudah,” ujarnya di sela-sela peluncuran Festival Tanjung Lesung di Jakarta, seperti dikutip dari Okezone, Kamis (7/9/2017).

Hal lain menjadi kunci menarik investor ke Tanjung Lesung adalah aksesibilitas. Karena itu, pemerintah menargetkan proyek Jalan Tol Serang- Panimbang akan diupayakan rampung paling lambat 2019. Dengan begitu, bisa mendukung target kunjungan 1 juta wisman ke Tanjung Lesung pada 2019.
Gubernur Banten Wahidin Halim mengatakan, percepatan pembangunan KEK Tanjung Lesung yang saat ini sedang dilakukan di antaranya pembangunan Jalan Tol Serang-Panimbang sepanjang 83,6 km yang akan mulai beroperasi pada 2018.

Menurutnya, pembebasan lahan untuk jalan tol saat ini sudah mencapai 40%. “Tanggal 15 September ini kita sudah akan groundbreaking untuk ruas jalan tol yang pertama,” katanya. Perbaikan akses juga dilakukan melalui pembangunan jalan kereta api Rangkasbitung-Labuan yang akan mulai beroperasi pada 2020. “Pembangunan infrastruktur untuk mendukung KEK Tanjung Lesung menjadi prioritas karena akan memudahkan wisatawan berkunjung ke destinasi unggulan ini,” tuturnya.

Direktur Utama PT Banten West Java Tourism Development, Poernomo Siswoprasetijo mengatakan, pihaknya di berbagai kesempatan menawarkan kepada investor proyek-proyek investasi di Tanjung Lesung di antaranya pembangunan marina, lapangan golf, kompleks hotel dan kondotel. Selain investor asing, investor dalam negeri menurutnya juga sudah ada yang menyatakan minat untuk masuk. ”Sekarang tinggal dorongan dari pemerintah bahwa jalan tol dipastikan siap dikerjakan, dan mereka pun siap masuk. Intinya, investor ingin kepastian terkait infrastruktur pendukung,” ucapnya.

Poernomo menambahkan, hingga semester I/2017 realisasi investasi di Tanjung Lesung baru sekitar Rp 400 miliar, di antaranya untuk proyek Mongolian Culture Center, Revati Residence, dan kawasan homestay . “Sampai akhir tahun nggak akan terkejar kalau targetnya Rp 2 triliun karena sebelumnya juga ada kendala-kendala teknis. Pengembangan infrastruktur menjadi kunci, maka sekarang pemerintah pusat yang menangani,” ujarnya.  Banten tercatat memiliki 1.166 daya tarik wisata (DTW) terdiri dari 344 DTW alam, 591 DTW sejarah dan budaya, serta 231 DTW minat khusus/buatan.
Pada November 2016, jumlah kunjungan wisatawan ke Banten tercatat 510.458 orang dan meningkat pada Desember 2016 menjadi 569.430 orang. Sedangkan pada Juli 2017, tercatat kedatangan sebanyak 399.551 wisatawan atau naik signifikan dibanding Juli 2016 mencapai 385.214 wisatawan. (H-42)***


Sekilas Info

situs batu ranjang

Jejak Megalitikum di Situs Batu Ranjang

Situs Batu Ranjang merupakan satu dari sekian banyak peninggalan tradisi megalitikum di daerah Pandeglang. Letaknya …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *